Empat Tahun Reformasi Total, Koperasi Tumbuh Secara Berkualitas

Penulis: Andhika Prasetyo Pada: Kamis, 12 Jul 2018, 11:40 WIB Ekonomi
Empat Tahun Reformasi Total, Koperasi Tumbuh Secara Berkualitas

ANTARA

PEMERINTAHAN Presiden Joko Widodo mencanangkan program pertumbuhan ekonomi guna mewujudkan pemerataan kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan. Untuk mencapai pemerataan, koperasi dinilai menjadi entitas bisnis yang memiliki peran strategis.

Dengan mengandalkan koperasi, pertumbuhan ekonomi yang berada di satu wilayah terkait tidak hanya dinikmati segelintir orang. Seluruh anggota yang terlibat memiliki potensi yang sama untuk menggenggam kesejahteraan.

Mengingat begitu besarnya peran koperasi, pemerintah melalui Kementerian Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) pun berbenah. Reformasi total terhadap koperasi dilakukan melalui tiga langkah strategis, yakni reorientasi, rehabilitasi dan pengembangan. Tujuannya jelas untuk membangun koperasi secara berkualitas sebagai organisasi yang memberikan kesejahteraan kepada anggota dan kemanfaatan kepada masyarakat.

"Dalam empat tahun berjalannya reformasi total, banyak penataan koperasi yang telah dilakukan, baik terhadap para penggerak koperasi, masyarakat dan kelembagaan koperasi itu sendiri.," ujar Menteri KUKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga di Tangerang, Kamis (12/7).

Seluruh pihak, lanjutnya, mulai menyadari bahwa kualitas adalah yang terpenting, bukan mengejar kuantitas lembaga koperasi. Pendataan koperasi terus dibenahi sehingga melahirkan data koperasi yang benar-benar aktif.

Pada 2014, jumlah koperasi tercatat sebanyak 212.570 unit. Hingga tahun lalu, angkanya terus turun menjadi 152.714 unit. Dari angka tersebut 40.013 koperasi kemudian dibubarkan karena tidak lagi aktif.

Pembinaan pun terus dilakukan pemerintah untuk pengembangan koperasi sehingga indikator-indikator pertumbuhan koperasi menunjukkan peningkatan.

Beberapa di antara capaian baik dalam kurun empat tahun terakhir ialah koperasi mencatatkan omzet hingga puluhan triliun, koperasi melantai di bursa efek dan koperasi membeli saham BRI Syariah.

Berdasarkan data yang diolah KUKM dan BPS, kontribusi koperasi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional terus meningkat. Pada 2014, PDB koperasi hanya 1,71% kemudian meningkat menjadi 3,99% pada 2016. Bahkan, pada 2017, angkanya terus tumbuh hingga 4,48%.

“Ini menunjukkan koperasi tumbuh sehat dan terus berkembang secara berkualitas,” kata Puspayoga.

Kementerian KUKM berkomitmen untuk terus melaksanakan reformasi total terhadap moperasi dan mengajak semua pihak menjaga sinergi positif yang sudah terjalin selama ini sehingga koperasi menjadi kuat dan mampu meningkatkan peran dalam pertumbuhan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan masyarakat. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More