Korban Tewas Demonstrasi Nikaragua Capai 264 Orang

Penulis: Irene Harty Pada: Kamis, 12 Jul 2018, 09:55 WIB Internasional
Korban Tewas Demonstrasi Nikaragua Capai 264 Orang

AFP / MARVIN RECINOS

Komisi Inter-Amerika tentang Hak Asasi Manusia (IACHR) mengatakan jumlah korban tewas dari demonstrasi antipemerintahan selama empat bulan di Nikaragua meningkat menjadi 264 orang pada Rabu (11/7).

"Seperti yang dicatat IACHR sejak dimulainya represi terhadap protes sosial, hingga saat ini, 264 orang telah kehilangan nyawa mereka dan lebih dari 1.800 telah terluka," kata Kepala komisi itu, Paulo Abrao.

Dia berbicara dalam pertemuan Organisasi Negara-Negara Amerika tentang situasi di negara Amerika Tengah yang dilanda kekerasan, di mana para pengunjuk rasa menginginkan Presiden Nikaragua Daniel Ortega mundur.

Badan hak asasi manusia sebelumnya menyebut jumlah korban 212 orang meskipun perkiraan setempat baru-baru ini menyebutkan sekitar 250 orang.

Gereja Katolik yang berpengaruh telah menjadi penengah antara pemerintah Ortega dan oposisi untuk mengakhiri kerusuhan, tetapi prosesnya macet dengan berlanjutnya kekerasan.

Dalam ledakan terakhir, setidaknya 14 orang tewas dalam serangan akhir pekan oleh massa propemerintah di dekat kubu oposisi Masaya, barat daya negara itu.

Pihak oposisi berencana untuk mendongkrak tekanan pada Ortega mulai Kamis (12/7) dengan protes antipemerintah dan pemogokan umum.

Pada minggu depan, Ortega akan memperingati pemberontakan rakyat 1979 yang membawanya ke tampuk kekuasaan dengan pawai tahunan 19 Juli yang akan dimulai di Masaya.

Namun, pahlawan revolusioner sayap kiri itu sekarang secara luas dipandang sebagai penindas.

Setelah kalah dalam pemilihan presiden pada 1990, dia terpilih kembali pada 2007 dengan tuduhan membentuk kediktatoran yang dicirikan oleh nepotisme dan penindasan brutal bersama dengan istrinya, Wakil Presiden Rosario Murillo. (AFP/OL-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy meminta sekolah untuk melakukan pengecekan surat keterangan tidak mampu (SKTM) dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB). Hal itu dilakukan untuk menghindari penyalahgunaan SKTM agar diterima di sekolah negeri. Pasalnya, dalam Permendikbud 14/2018 tentang PPDB disebutkan kuota minimal untuk siswa tidak mampu sebanyak 20%. Apakah Anda setuju pihak sekolah harus melakukan pengecekan dan tidak langsung menerima begitu saja SKTM tanpa verifikasi ke lapangan?





Berita Populer

Read More