Indonesia 10 Besar Negara Teraman

Penulis: Rudy Polycarpus Pada: Kamis, 12 Jul 2018, 08:20 WIB Politik dan Hukum
Indonesia 10 Besar Negara Teraman

MI/RAMDANI
HUT KE-72 BHAYANGKARA: Presiden Joko Widodo dengan didampingi Kapolri Jenderal Tito Karnavian berjalan menuju mimbar saat akan menjadi inspektur upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-72 di Istora Senayan, Jakarta, kemarin. Dalam pidatonya, Presiden memint

PRESIDEN Joko Widodo mengapresiasi kinerja Polri dalam menjaga keamanan di Tanah Air. Kinerja itu membuat Indonesia menjadi salah satu negara teraman di dunia versi lembaga riset internasional, Gallup's Law and Order.

"Pada peringatan Hari Bhayangkara ke-72, kita dapat kabar baik Gallup's Law and Order menempatkan Indonesia ke dalam 10 negara teraman di dunia," kata Jokowi dalam acara HUT ke-72 Polri di Istora Senayan, Jakarta, kemarin

Menurutnya prestasi ini ialah hasil kerja elemen bangsa, khususnya, pengabdian dan dedikasi Polri. Pencapaian ini pun harus dijaga dan dipertahankan.

Namun, Jokowi mengingatkan Polri untuk tidak cepat puas. Apalagi, permasalahan ke depan akan semakin kompleks. Tuntutan rakyat semakin meningkat dan dunia terus bergerak membawa ancaman baru bagi keamanan negara.

"Di dalam negeri kita tak akan lupakan, para pelaku bom bunuh diri bukan hanya korbankan masyarakat, tapi juga jadikan aparat polisi jadi target. Jangan pernah lengah, tetap sigap, dan waspada mengerjakan tugas."

Dalam kesempatan itu Presiden memberikan lima instruksi kepada jajaran kepolisian. Salah satu instruksinya ialah meminta polisi untuk membuang budaya koruptif. "Buang budaya koruptif dan hindari tindakan berlebihan serta tingkatkan kepercayaan publik kepada Polri," kata Jokowi.

Meningkat

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengklaim tingkat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri meningkat dua tahun terakhir. Penilaian itu, kata dia, dari beberapa lembaga survei baik nasional maupun internasional.

"Polri yang pada tahun 2016 termasuk tiga institusi paling tidak dipercaya publik, kini berdasarkan hasil survei yang diselenggarakan berbagai lembaga, telah berada pada tiga besar lembaga dengan kepercayaan publik terbaik," ucap Tito.

Tito memaparkan, pada survei yang dilaksanakan Litbang Kompas pada akhir Juni 2016 menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap Polri hanya 63,2%n.

Setelah satu tahun pelaksanaan Program Promoter, survei Populi Center pada Agustus 2017 menunjukkan 67,6% responden puas dengan kinerja Polri.

Selanjutnya survei Litbang Kompas pada Oktober 2017 menempatkan Polri sebagai lembaga yang dipercaya ranking ketiga teratas dengan tingkat kepuasan mencapai 70,2%.

Mata publik kian terbuka saat Polri gencar memerangi sindikat Narkoba dan terorisme. Tak hanya itu, Polri bahkan peduli pada persoalan kebutuhan pokok masyarakat dengan membentuk Satgas Pangan. Satgas ini dinilai terbukti berhasil memperkecil ruang gerak spekulan di pasar kebutuhan pokok.

Mantan Kapolri Da'i Bachtiar pun mengapresiasi jajaran Polri bisa mengemban tugas dengan baik di usianya ke-72. Tingkat kepercayaan publik yang terus meningkat tak lepas dari kepemimpinan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Mantan Kapolri Sutarman juga menyampaikan hal senada. Kinerja nyata yang dilakukan diakui mendapat penghargaan yang baik dari masyarakat ihwal tingkat kepercayaan.

"Polri selama ini memiliki data tentang jaringan terorisme mulai dari sel paling kecil, sel-sel yang tidak bergerak, sel-sel yang masih bergerak, seluruhnya saya kira sudah dikuasi polri," ujarnya. (Nur/Mal/Nic/P-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More