Aruna dan Lidahnya, Hadirkan Lika-Liku Kehidupan lewat Makanan

Penulis: Ardi Teristi Hardi Pada: Kamis, 12 Jul 2018, 10:45 WIB Hiburan
Aruna dan Lidahnya, Hadirkan Lika-Liku Kehidupan lewat Makanan

Sutradara film Aruna dan Lidahnya Edwin -- MI/RETNO HEMAWATI

SALAH satu film yang patut ditunggu dan akan segera tayang adalah Aruna dan  Lidahnya. Film yang rencananya bakal tayang pada akhir September itu akan  memperkaya referensi kita tentang pertemanan, percintaan, dan tentu saja tentang kuliner-kuliner khas di Indonesia.

Sang Sutradara, Edwin menceritakan, Aruna dan Lidahnya diadaptasi dari novel Laksmi Pamuntjak dengan judul yang sama.

Ada empat tokoh sentral yang  bermain dalam film yang rencananya berdurasi sekitar 1 jam 45 menit, yaitu  Dian Sastrowardoyo sebagai Aruna, Oka Antara sebagai Farish, Hannah Al  Rashid sebagai Nad, dan Nicholas Saputra sebagai Bono. Mereka berlatar  belakang profesi yang bermacam-macam, ada yang ahli wabah yang bekerja di  LSM, dokter hewan di institusi pemerintah, kritikus makanan, dan koki.

"Film ini menceritakan tentang dinamika hubungan manusia, seperti petemanan, pekerjaan, dan percintaan. Lewat makanan bisa mengungkap hal-hal  yang tidak terucapkan," kata Edwin saat berkunjung ke Media Indonesia,  Rabu (10/7).

Selain itu, melalui media kuliner yang disambangi, berbagai tema-tema percakapan pun tersaji secara apik dan menarik untuk direnungkan, mulai dari kehidupan, konsipirasi, hingga flu burung.

Edwin menyebut, sebagian besar film Aruna dan Lidahnya berdasar pada novel yang sama dan berdiskusi dengan Laksmi Pamuntjak. Ada beberapa bagian yang dikurangi, tetapi ada bagian ditambahkan untuk keperluan unsur dramatisasi dalam film.

"Karena keterbatasan durasi, ada proses kreatif adaptasi (dalam pembuatan film). Film ini masih setia pada cerita novel, tetapi ada bumbu-bumbu lain yang ditambahkan supaya pas dengan medium," kata dia.

Proses kreatif  adaptasi, misalnya, dengan mengurangi jumlah kota yang diceritakan dalam film, dari sepuluh menjadi lima, yaitu Surabya, Pemekasan, Potianak, Singkawang, dan Jakarta.

Film ini tampaknya juga akan menyajikan dialog-dialog yang menarik untuk dikutip. Misalnya yang diucapkan Bono, hidup itu sama seperti makanan dalam piring ini, bisa merasakan sepahit-pahitnya, seasin-asinnya.

Edwin mengatakan, film ini sengaja memilih kuliner-kuliner khas Indonesia  yang masih jarang diketahui secara umum, dari rawon, sup buntut, soto lamongan, kacang kuah, lurjuk, bakmi kepiting, hingga pengkang.

Nicholas Saputra menambahkan, ada makna yang lebih dalam dari makanan-makanan yang ditampilkan dalam film Aruna dan Lidahnya. Makanan-makanan tersebut memiliki kaitan dengan karakter-karakter yang ada dan berhubungan alur cerita.

Nicholas mengaku menikmati proses penggarapan film ini karena mengunjungi tempat-tempat yang menarik dengan kuliner yang beraneka ragam.

Hal yang sama juga disampaikan Hanah. Menurut dia, selama ini, dirinya lebih dekat dengan masakan citarasa Bugis dan Aceh. Melalui film ini, ia bisa mengenal ragam kuliner dengan cultur yang berbeda. Dari sekian makanan yang dirasakannya, bakmi kepiting di Pontianak menjadi favoritnya.

Aruna dan Lidahnya merupakan film kedua yang diproduksi Palari Films. Film pertama mereka berjudul Posesif yang meraih beberapa penghargaan dalam  FFI 2017

Jika menengok beberapa film Indonesia yang memasukkan unsur kuliner di dalam film, seperti Filosofi Kopi 2 dan AADC 2, Aruna dan Lidahnya sedikit banyak akan lebih memopulerkan kuliner-kuliner di daerah. Besar-kecilnya pengaruh film ini bagi popularitas kuliner di daerah akan tampaknya akan tergantung kesuksesan film ini di bioskop-bioskop. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More