WHO Sebut Beban Kanker Payudara Meningkat

Penulis: Antara Pada: Kamis, 12 Jul 2018, 10:30 WIB Humaniora
WHO Sebut Beban Kanker Payudara Meningkat

MI/Grafik Terbit

BADAN Kesehatan Dunia PBB (WHO) menyatakan berbagai data rumah sakit, organisasi, dan studi menunjukkan beban kanker payudara makin meningkat menyusul kian banyak pasien penyakit itu yang ditemui pada stadium lanjut.

Berdasarkan data WHO yang dikutip di Jakarta, Rabu (11/7), hampir 50% kasus kanker payudara dan 58% kematian akibat kanker terjadi di negara-negara berkembang.

Menurut catatan medis dari Rumah Sakit Kanker Dharmais, hampir 85% pasien kanker payudara datang ke rumah sakit dalam stadium lanjut.

Ketua Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) Linda Gumelar juga memperkirakan 70% pasien kanker payudara didiagnosis pada stadium lanjut.

Selain itu, pada studi ASEAN Cost In Oncology (ACTION) mayoritas partisipan yang mengidap kanker payudara didiagnosis kanker pada stadium III sebanyak 37%, pada stadium II 37,7%, dan stadium IV 21%, sedangkan hanya 7,3% yang didiagnosis pada stadium I.

Dokter Hematologi-Onkologi Medik Rumah Sakit Kanker Dharmais Nugroho Prayogo mengatakan angka harapan hidup seseorang pada kanker payudara stadium 0 ialah 100%, pada stadium I 98%, stadium II 88%, stadium III 52%, dan pada stadium IV 16%.

Dalam studi ACTION yang dilakukan oleh Goerge Institute for Global Health dalam menganalisis beban finansial yang disebabkan oleh kanker di delapan negara Asia Tenggara, disebutkan bahwa diagnosis kanker berpotensi menjadi petaka dalam keluarga.

Di Indonesia, 70% pasien kanker mengalami kematian atau kesulitan keuangan dalam tahun pertama setelah diagnosis.

Beban akibat kanker payudara diperkirakan akan terus bertambah seiring meningkatnya gaya hidup tidak sehat masyarakat. (OL-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More