Indonesia dan Iran Prioritaskan Masalah Perempuan dan Anak

Penulis: Micom Pada: Kamis, 12 Jul 2018, 07:31 WIB Internasional
Indonesia dan Iran Prioritaskan Masalah Perempuan dan Anak

Dok Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan

MENTERI Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise menerima undangan jamuan makan malam Wakil Presiden Republik Islam Iran Bidang Wanita dan Urusan Keluarga Masoumeh Ebtekar di Kediaman Duta Besar Iran untuk Indonesia. Pertemuan itu merupakan tindak lanjut dari kunjungan sebelumnya pada 1 Mei 2018 terkait rencana kerja sama dalam upaya menangani masalah perempuan dan anak di kedua negara.

“Indonesia dan Iran sepakat bahwa ketahanan keluarga adalah kunci utama pencegahan masalah perempuan dan anak. Membangun ketahanan keluarga dapat dilakukan dengan mendorong para perempuan untuk menduduki jabatan strategis,” tegas Yohana yang saat itu didampingi Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan, Vennetia R Danes.

Yohana menambahkan Pemerintah Iran mengapresiasi kebijakan Indonesia dalam melindungi perempuan dan anak. Di antaranya, pengesahan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak, sebagai upaya pemberatan hukuman bagi pelaku kekerasan seksual terhadap anak.

“Kami berencana melakukan kerja sama dengan Iran untuk berbagi pengalaman terbaik dalam melindungi perempuan dan anak. Serta saling mempelajari kemajuan masing-masing negara dalam mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak," ujar Yohana.

Wakil Presiden Republik Islam Iran Bidang Wanita dan Urusan Keluarga Masoumeh Ebtekar menceritakan capaian-capaian yang telah dilakukan untuk mengejar ketertinggalan dan kesenjangan perempuan di negaranya. Di antaranya, membuat pusat layanan dan penanganan masalah perempuan dan anak yang siaga selama 24 jam. Yohana kemudian mengungkapkan ketertarikan Pemerintah Indonesia untuk mengadopsi sistem tersebut.

“Kami berencana melakukan kerja sama dengan Iran, dalam berbagi pengalaman terbaik untuk melindungi perempuan dan anak. Kami juga akan saling mempelajari kemajuan di masing-masing negara untuk mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak," tutup Yohana. (RO/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan berdasarkan pembicaraan dengan Google, raksasa internet itu akan berhenti menerima iklan politik jelang Pilpres 2019. Ini merupakan kebijakan pihak Google untuk tidak terlibat dalam ranah politik. Bagaimana menurut Anda kebijakan Google ini?





Berita Populer

Read More