Penonton Laga Kroasia vs Inggris Cemooh Vida

Penulis: Antara Pada: Kamis, 12 Jul 2018, 07:45 WIB Sepak Bola
Penonton Laga Kroasia vs Inggris Cemooh Vida

AFP/Mladen ANTONOV

SEJUMLAH penonton pertandingan semifinal Piala Dunia, Kamis (12/7) dini hari WIB, di ibu kota Rusia mencemooh dan menyiuli pemain belakang Kroasia Domagoj Vida.

Hal itu karena Vida menyuarakan dukungannya terhadap negara tetangga sekaligus musuh Rusia, Ukraina.

Setelah Kroasia menang atas Rusia pada perempat final, sebuah video beredar di internet memperlihatkan Vida, mantan pemain klub Ukraina Dynamo Kiev, mengucapkan "Hidup Ukraina!"

Hubungan Rusia dengan Ukraina memanas sejak Moskow menganeksasi Crimea pada 2014 dan mendukung separatis pro-Rusia di Timur Ukraina.

FIFA memutuskan komentar-komentar Vida tidak sesuai dengan peraturan-peraturan turnamen mengenai netralitas politik.

Cemooh dan siulan terdengar setiap kali Vida menyentuh bola di semifinal melawan Inggris, yang dimulai pada sekitar menit ke-30 babak pertama.

Hujatan itu tidak berasal dari sektor stadion yang menjadi tempat para penggemar Inggris terkonsentrasi. Terdapat warga Rusia dalam jumlah yang signifikan di stadion itu.

FIFA menjatuhkan denda kepada Ognjen Vukojevic, anggota staf kepelatihan Kroasia yang tampak di video bersama Vida, sebesar 15.000 franc Swiss. Vukojevic telah dibebastugaskan dari perannya di tim nasional.

Vida mengatakan komentar-komentarnya di video tidak diniatkan untuk mengirimkan pesan politik apapun.

Namun, referensinya terhadap Ukraina telah membuat marah para penggemar sepak bola dan politisi Rusia. Sejumlah orang Rusia mengatakan mereka awalnya berniat mendukung Kroasia di semifinal setelah tim mereka tersingkir, namun mereka berubah pikiran setelah mengetahui tindakan Vida. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More