Balitbang Kementerian Agama Hadapi Tantangan Strategis

Penulis: Micom Pada: Rabu, 11 Jul 2018, 22:55 WIB Humaniora
 Balitbang Kementerian Agama Hadapi Tantangan Strategis

Ist

BADAN Penelitian Pengembangan dan Pendidikan Latihan (Balitbang dan Diklat) punya peran penting dalam memikirkan kembali arah dan kebijakan organisasi yang adaptif dan antisipatif. 

Tantangan-tantangan strategis seperti disharmoni kehidupan masyarakat, revitalisasi arah dan fungsi pendidikan agama dan keagamaan, berimplikasi pada perubahan tatanan organisasi. 

Dalam konteks itulah 180 peneliti dari Kementerian Agama menggelar ajang Temu Peneliti Kementerian Agama 2018 yang bertemakan Peningkatan Peran Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Dalam Bidang Agama, 12-14 Juli 2018 di Serpong, Kota Tangerang, Banten.

Kepala Pusat Litbang Pendidikan Agama dan Keagamaan Kementerian Agama Amsal Bakhtiar menyebutkan, Balitbang dan Diklat Kementerian Agama memiliki peran penting dalam mendorong inovasi dan menjawab tantangan-tantangan. Baik internal maupun eksternal organisasi yang semakin cepat dan kompleks secara efektif dan efisien. 

"Sebagai lembaga yang berperan layaknya seperti think tank, hasil-hasil penelitian Badan Litbang telah memberikan kontribusi terhadap pengambilan kebijakan di lingkungan Kementerian Agama," ujar Amsal dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (11/7).

Beberapa produk Balitbang yang dijadikan rujukan bagi pembuat kebijakan, lanjut Amsal, adalah Indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) yang dilaksanakan setiap tahun. Indeks Integritas siswa di sekolah dan madrasah yang dapat dijadikan alat ukur ketercapaian indikator kinerja utama Ditjen Pendidikan Islam dan Direktorat Pendidikan Agama pada Ditjen Bimas Agama. 

Namun demikian ada sejumlah kendala yang masih mengganjal. Amsal menyebutkan keterbatasan sumber daya manusia, pelaksanaan penelitian, belum sepenuhnya fokus pada penelitian kebijakan (policy research), dan optimalisasi pemanfaatan produk penelitian dan pengembangan. 

Terkait anggaran penelitian, dana riset melalui APBN 2017 menurut data Business Intelligence Ditjen Anggaran Kementerian Keuangan sebesar Rp23,3 triliun dan terbanyak digunakan oleh Kementerian Agama Rp4,6 triliun, baik oleh Badan Litbang dan Diklat maupun perguruan tinggi keagamaan. Anggaran penelitian pada Badan Litbang dan Diklat belum terlalu besar, pada kisaran Rp80 miliar.

Temu Peneliti ini secara umum diarahkan pada dua hal, yaitu sebagai wahana untuk peningkatan kompetensi peneliti, serta evaluasi kinerja peneliti dan organisasi kepenelitian dalam melakukan pembinaan dan peningkatan kinerja organisasi. 

Sebagai narasumber selain Menteri Agama dan para pejabat terkait di Kementerian Agama, juga menghadirkan Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI TB Ace Hasan Sadzily, Kepala LIPI, Kapuslitjak Balitbang Kemendikbud, Ketua Himpunan Peneliti Indonesia, Ketua Asosiasi Peneliti Indonesia, dan Prof. Ronald A. Lukens Bull, Ph.D dari University of North Florida, AS. (RO/O-2)
 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More