Qatar Menyongsong Piala Dunia 2022

Penulis: Agus Tri Wibowo Wartawan Media Indonesia Pada: Kamis, 12 Jul 2018, 05:15 WIB Sepak Bola
Qatar Menyongsong Piala Dunia 2022

AFP PHOTO / KARIM JAAFAR

PERHELATAN Piala Dunia mendekati puncaknya. Itu berarti tuan rumah selanjutnya harus mulai menghitung hari menyambut ajang akbar sepak bola sejagat, empat tahun mendatang.

Qatar yang menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022 mulai menyapa dunia. Bertempat di pusat perbelanjaan GUM di pusat Kota Moskow, Rusia, dilangsungkan pameran pernak-pernik sejarah Piala Dunia untuk mengingatkan publik bahwa Qatar adalah negara di Asia yang bakal menjadi tuan rumah hajatan sepak bola terakbar selanjutnya.

Terletak di lantai dasar toko, terpajang sejarah sepak bola dunia dengan memorabilia, termasuk kostum usang dari para legenda dunia seperti Pele, Diego Maradona, dan Xavi Hernandez. Tidak ketinggalan maskot dan bola resmi turnamen.

Qatar juga menyajikan rencana mereka menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022. Mereka juga mengenalkan capaian sepak bola negeri petrodolar itu, termasuk koleksi tiket Piala Dunia FIFA yang sangat lengkap dari kolektor Qatar, Mohammed Abdulatif.

Selain menggelar pameran, de legasi Qatar juga memantau perhelatan di Rusia itu. Sistem Fan ID menjadi salah satu pemantuan yang menarik perhatian mereka. Pasalnya, itu menjadi alat untuk mendeteksi orang yang memasuki Qatar dan menyaksikan pertandingan.

Kehadiran penonton memang menjadi perhatian. Seperti laporan di situs-situs berita, puluhan ribu suporter asal Amerika Latin membanjiri pusat Kota Moskow. Mereka selalu datang kendati tim-tim negara mereka tidak bertanding. Pendukung itu berasal dari Argentina, Meksiko, Kolombia, serta Peru, dan tentu saja Brasil.

Pejabat senior Qatar, Nasser Al Khater, membandingkan Moskow dan Doha. Padahal di Moskow hanya ada dua stadion tempat pertandingan, bagaimana dengan Doha yang menggelar semua laga. Pasti bakal lebih meriah lagi suporter yang harus dihadapi negara yang berpenduduk tidak lebih dari 3 juta jiwa itu.

Al Khater juga memikirkan kedatangan suporter asal Eropa ke Doha. "Saya bertanya-tanya di mana fan Eropa?" Padahal di Rusia, empat semifinalis berasal dari Eropa.

Al Khater berkata, "Saya tidak tahu apakah itu akan sama ketika Piala Dunia di Qatar. Orang-orang menyesal jika tidak datang. Ajang sepak bola yang luar biasa, atmosfer yang luar biasa. "

Bahkan, Al Khater pun punya pikiran lain mengenai Piala Dunia pada November 2022 mendatang, seperti soal peserta yang berjumlah 32 tim seperti sekarang, yang diusulkan ditambah menjadi 48 negara peserta.

"Itu perlu dipertimbangkan. Kalau baik buat sepak bola, kami sebagai tuan rumah berhak mengusulkan. Toh awal kualifikasi dilangsungkan tahun depan."

Nah, Indonesia harus siap-siap. Siapa tahu skuat 'Garuda' mampu lolos ke Piala Dunia 2022.

(R-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan berdasarkan pembicaraan dengan Google, raksasa internet itu akan berhenti menerima iklan politik jelang Pilpres 2019. Ini merupakan kebijakan pihak Google untuk tidak terlibat dalam ranah politik. Bagaimana menurut Anda kebijakan Google ini?





Berita Populer

Read More