Pelindo Dukung Kerja Sama Ekonomi dengan India

Penulis: Antara Pada: Rabu, 11 Jul 2018, 21:40 WIB Nusantara
Pelindo Dukung Kerja Sama Ekonomi dengan India

ANTARA FOTO/Ampelsa

PT Pelindo I, perusahaan milik negara yang mengelola Pelabuhan Malahayati, Krueng Raya, Aceh Besar, menyatakan siap mendukung kerja sama ekonomi dan dagang Indonesia dengan India di Provinsi Aceh.

"Kami siap mendukung kerja sama ekonomi Indonesia dengan India di Provinsi Aceh, khususnya mendukung transportasi laut," kata PMO Pengembangan Bisnis PT Pelindo I, Jonedi, di Krueng Raya, Aceh Besar, Rabu (11/7).

Pernyataan tersebut dikemukakan Jonedi di sela-sela mendampingi kunjungan delegasi dagang Kepulauan Nikobar ke Pelabuhan Malahayati. Kunjungan delegasi dagang tersebut didamping Konsulat Jenderal Kedutaan Besar India di Medan, Shalia Shah.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari Forum Investasi India Indonesia untuk proyek bilateral Indonesia dan India pada Indo Pasifik bekerja sama Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Besar India.

Jonedi menyebutkan, Pelabuhan Malahayati sudah memiliki semua fasilitas kepelabuhan. Di antaranya gudang, alat angkat peti kemas, serta lainnya yang mendukung ekspor impor barang.

Dengan fasilitas yang dimiliki, lanjut dia, tentu PT Pelindo I selaku pengelola Pelabuhan Malahayati berharap kerja sama ekonomi antara Indonesia dengan India di Provinsi Aceh terealisasi secepatnya.

Apalagi, kata dia, jarak antara India, khususnya Kepulauan Nikobar dengan Pelabuhan Malahayati tidak terlalu jauh. Dengan demikian, Pelabuhan Malahayati bisa menjadi pintu masuk barang India ke Indonesia maupun sebaliknya, dari Indonesia ke India.

"Tentunya kerja sama berbagai sektor ekonomi Aceh bisa terealisasi secepatnya. Dengan terealisasinya kerja sama ini juga berdampak pada perekonomian masyarakat Aceh pada umumnya," kata Jonedi.

General Manager Cabang Pelabuhan Malahayati PT Pelindo I, Sam Arifin, mengatakan, dari kunjungan delegasi pengusaha India tersebut terungkap bahwa ada peluang ekspor semen dari Aceh ke negara tersebut.

"Mereka menyebutkan bahwa kebutuhan semen cukup tinggi. Ini peluang mengekspor semen dari Pelabuhan Malahayati ke Kepulauan Nikobar maupun ke wilayah India lainnya," ungkap Sam Arifin.

Oleh karena itu, Sam Arifin mengharapkan kalangan usaha semen di Aceh mampu menangkap peluang ini. Jika peluang ini bisa diwujudkan tentu akan menjadi devisa negara serta meningkatkan perekonomian masyarakat Aceh.

"Kami selaku operator transportasi barang melalui laut tentu akan mendukung ekspor semen ke India tersebut. Dengan adanya kegiatan ekspor tersebut akan lebih menggairahkan aktivitas di Pelabuhan Malahayati," kata Sam Arifin. (OL-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy meminta sekolah untuk melakukan pengecekan surat keterangan tidak mampu (SKTM) dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB). Hal itu dilakukan untuk menghindari penyalahgunaan SKTM agar diterima di sekolah negeri. Pasalnya, dalam Permendikbud 14/2018 tentang PPDB disebutkan kuota minimal untuk siswa tidak mampu sebanyak 20%. Apakah Anda setuju pihak sekolah harus melakukan pengecekan dan tidak langsung menerima begitu saja SKTM tanpa verifikasi ke lapangan?





Berita Populer

Read More