Pemilik Kapal Akhirnya Ditahan

Penulis: lina herlina Pada: Kamis, 12 Jul 2018, 04:30 WIB Nusantara
Pemilik Kapal Akhirnya Ditahan

ANTARA FOTO/Abriawan Abhe

PEMILIK KMP Lestari Maju, Hendra Yuwono Njo, 58, ditetapkan sebagai tersangka atas kejadian tenggelamnya KM Lestari Maju di perairan Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel), beberapa waktu lalu.
Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan, Kombes Dicky Sondani, mengatakan­ Hendra kini mendekam di Kantor Polda Sulsel.

“Dia ditahan karena menyebabkan orang lain meninggal dunia, dan atau mempekerjakan awak kapal tanpa memenuhi persyaratan­ kualifikasi dan kompetensi. Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 359 KUHPidana jo Pasal 310 subsider 135 UU RI No 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran,” terang Dicky.

Hendra mendekam di penjara kantor polda sejak 10 Juli hingga 20 hari ke depan atau 29 Juli. Sebelumnya Dicky menganulir penetapan Hendra sebagai tersangka pada Senin (9/7) sore.

Pada saat itu polisi hanya menetapkan dua tersangka dalam kasus itu. Padahal, pagi harinya Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sulsel telah menetapkan empat tersangka, termasuk Hendra di dalamnya. Namun, kini polisi hanya menetapkan tiga tersangka. Kecelakaan KMP Lestari Maju ini menyebabkan 36 penumpang meninggal dunia.

Masih terkait dengan transportasi laut, Pangkalan Angkatan Laut Dumai menghentikan pengoperasian­ kapal angkutan legendaris KM Jelatik Ekspres 8 karena over kapasitas, dan dianggap membahayakan aktivitas pelayaran.

Kapal Jelatik Ekspres 8 yang melayani jalur Pekanbaru menuju Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, tertangkap TNI-AL, karena membawah penumpang melebihi kapasitas. Daya tampung kapal hanya 165 penumpang, namun kapal itu membawa 273 penumpang.
“Penindakan tegas dilakukan demi menjaga keselamatan penumpang,” tegas Danlanal Dumai, Kolonel Laut Yose Aldino di Pe-kanbaru, Rabu (11/7).

Akibatnya, pengoperasian KM Jelatik Ekspres 8 dihentikan sementara sampai proses hukum selesai. TNI-AL telah memeriksa tiga saksi termasuk nakhoda.

Kecelakaan kapal kembali terjadi di Danau Toba, Sumatra Utara. KM Roma Parsulian mengalami putus kemudi, dan nyaris tenggelam di Pantai Horsik, Danau Toba, Kabupaten Tobasa, kemarin.  Seluruh penumpang selamat.

Kepala Koordinator SAR Danau Toba, Torang Hutahayan, membenarkan kejadian tersebut. “Kapal itu berangkat dari Nainggolan menuju Ajibata. Saat tiba di Horsik sekitar pukul 11.00 WIB,  kapal mengalami putus kemudi dan tidak bisa bergerak,” jelas Torang Hutahayan.
Sementara itu, di Nusa Tenggara Timur, hingga kini belum ada titik terang keberadaan 15 anak buah kapal KM Rangga Pratama-7 yang hilang sejak 5 Juni lalu.

Kapal tersebut sudah ditemukan pada 4 Juli dalam posisi terbalik di perairan Karang Keledupa, Desa Matingola, Kecamatan Keledupa, Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Namun, tidak ditemukan ABK di kapal tersebut.  

Kecelakaan laut juga dialami perahun nelayan asal Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Perahu membawa tiga nelayan dihantam ombak di perairan Pulau Bawean, Gresik, dan tenggelam. Ketiga nelayan  dilaporkan selamat.

Pada bagian lain, untuk menekan angka kecelakaan laut, Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan, meminta semua kapal cepat penumpang dilarang mengangkut sepeda motor karena membahayakan keselamatan. (RK/PS/YK/PO/RF/N-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

BEBERAPA waktu lalu, nama Bung Hatta kembali ramai dibicarakan publik. Berawal dari pernyataan Koordinator Juru Bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar, di sebuah video yang mengatakan kalau cawapresnya, Sandiaga Uno adalah sosok baru dari Bung Hatta. Hal itu langsung menuai keberatan dari cucu Bung Hatta, Gustika Jusuf Hatta. Sebelumnya, kubu Prabowo-Sandiaga juga sempat menyandingkan nama pahlawan seperti Cut Nyak Dien dan Kartini dengan Ratna Sarumpaet dan Neno Warisman. Setujukah Anda apabila pahlawan dijadikan komoditas politik guna meraih simpati masyarakat?





Berita Populer

Read More