Mudik Asyik Bersama Xpander Sport Matic

Penulis: (Pay/S-4) Pada: Kamis, 12 Jul 2018, 04:15 WIB Otomotif
Mudik Asyik Bersama Xpander Sport Matic

AFP PHOTO / BAY ISMOYO

PADA perjalanan mudik Lebaran dari Jakarta menuju Yogyakarta kali ini, kami berkesempatan menjajal Xpander Sport Matic. Kesan pertama saat mengendarai mobil berkapasitas 1.500 cc ini tampilannya terasa mewah dan berkelas. Selain desain interiornya yang modern, fitur pada dasbor juga lengkap, mulai panel push start stop engine, meter digital, immobilizer, keyless entry, dual airbags, hingga pengaturan kaca spion full electric.

Kelegaan kabin dengan kekedapannya membuat putaran mesin dan gesekan laju roda di aspal serta hiruk pikuk lalu lintas arus mudik begitu sunyi. Kesannya, saya menaiki mobil kelas premium. Begitu pun kelapangan posisi jok baris dua dengan tiga memudahkan pengaturan sandaran dan maju mundur kursi serta menata barang bawaan di bagasi. Maklum, dengan ukuran bodi hampir 4,5 meter, kabin terasa luas bagi penumpang. Ditambah lagi pelipatan kursi belakang yang bisa rata dengan lantai.

Akselerasi dan kecepatan pada kendaraan jenis LMPV itu berbanding lurus dengan konstruksi kaki-kaki yang memiliki wheel track lebih lebar dari kendaraan sejenisnya. Ini dibuktikan saat kami melaju dengan kecepatan tinggi di jalur speed trap Tol Cikampek dengan kondisi arus lalu lintas ramai lancar. Saya tidak merasakan gejala limbung meski mobil sedang menyalip dan banting setir. Kestabilan kendaraan meski di-geber kecepatan di atas 120 km/jam ini mungkin karena didukung dengan mesin bertenaga 104 @6.000 rpm dan torsi 141 Nm sehingga menghasilkan napas yang tidak mudah ngap-ngapan saat diajak dalam perjalanan jauh.

Performa dan kenyamanan kendaraan ini teruji saat memasuki jalur fungsional Cirebon hingga Batang dengan jarak tempuh sekitar 60 kilometer (km). Dengan ukuran pelek 16 inci dan ban berukuran 205/55 R16, kondisi jalan yang tidak rata serta kontur tanah yang labil tidak begitu mengganggu laju kendaraan dan kenyamanan penumpang. Kelembutan goyangan suspensi membuat kami terus menggeber meskipun harus melaju agak zig-zag.

Saat tiba di Batang, kami berhenti karena tanda waktu berbuka puasa telah berbunyi. Di pemberhentian tersebut, tak terasa perjalanan mudik telah kami tempuh separuh jalan dengan trip meter pada dasbor menunjukkan angka 248 km. Ternyata jarah tempuh sejauh itu cuma memakan waktu lima jam, dihitung saat berangkat dari Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada pukul 13.30 WIB.

Hampir satu jam beristirahat untuk buka puasa dan salat magrib, perjalanan mudik dilanjutkan kembali dengan melintasi jalur pantura dengan situasi arus lalu lintas ramai lancar. Dengan fasilitas lampu LED dan lampu utama halogen dengan fungsi welcome light dan coming home light serta lampu rem yang terintegrasi pada spoiler belakang menambah rasa aman dan nyaman dalam menempuh perjalanan malam hari. Berselang kurang dari dua jam perjalanan, kami tiba di Salatiga dan berhenti di SPBU mengisi bahan bakar pertamax. Kalkulasi konsumsi BBM pada kendaraan ini terbilang irit karena saat pemberangkatan dari Jakarta tangki BBM terisi penuh dan mengisi lagi di Salatiga terhitung jarak tempuh sejauh 506 km. Dapat disimpulkan konsumsi BBM pada kendaraan ini sekitar 18-20 km per liter.

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More