Kasus Data Bocor, Inggris Akan Denda Facebook

Penulis: Denny Parsaulian Sinaga Pada: Rabu, 11 Jul 2018, 19:28 WIB Internasional
Kasus Data Bocor, Inggris Akan Denda Facebook

AFP

REGULATOR data Inggris akan menjatuhkan denda kepada Facebook sebesar 500 ribu poundsterling karena terbukti melanggar undang-undang perlindungan data terkait jutaan data penggunanya yang jatuh ke tangan Cambridge Analytica.

"Investigasi ICO menyimpulkan bahwa Facebook melanggar hukum dengan gagal menjaga informasi masyarakat," ujar salah satu penyidik di Information Commissioner's Office (ICO), seperti di lansir AFP.

Facebook mengakui bahwa data 87 juta pengguna kemungkinan dibajak oleh perusahaan konsultan Inggris Cambridge Analytica, yang bekerja untuk kampanye Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam pemilu 2016. Sementara itu, Cambridge Analytica menampik tuduhan tersebut dan mengajukan kebangkrutan sukarela ke AS dan Inggris.

"Teknologi baru yang menggunakan analitik data untuk mikro-target masyarakat memberi memampukan kelompok-kelompok kampanye terhubung ke pemilih perorangan. Namun, ini tidak boleh mengorbankan transparansi, keadilan dan taat hukum," kata seorang Komisioner Informasi Elizabeth Denham.

Pada bulan Mei, CEO Facebook Mark Zuckerberg meminta maaf ke Parlemen Eropa atas "kerugian" yang diakibatkan dari kebocoran data pengguna yang besar dan kegagalan menindak kabar bohong. (OL-7)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More