Polri Promosikan Film 22 Menit

Penulis: Antara Pada: Rabu, 11 Jul 2018, 11:21 WIB Hiburan
Polri Promosikan Film 22 Menit

Ist

KEPOLISIAN Republik Indonesia (Polri) mempromosikan film berjudul 22 menit yang akan ditayangkan secara serentak di seluruh jaringan bioskop XXI di Tanah Air.

Film aksi tersebut diinspirasi dari kisah nyata aksi teror di Jalan Thamrin, Jakarta Pusat pada 14 Januari 2016.

Melalui film itu, Polri hendak menyampaikan pesan kepada masyarakat tentang bahaya terorisme, sekaligus mengajak seluruh elemen untuk  meningkatkan kewaspadaan dan penanggulangan terorisme di Indonesia. Hal itu dikatakan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dalam acara peringatan Hari Bhayangkara ke-72 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (11/7).

Tito menambahkan jajaran Polri akan menyelenggarakan acara nonton bareng bersama keluarga, jajaran Pemda, TNI, tokoh masyarakat, tokoh agama, pelajar, mahasiswa, dan seluruh elemen masyarakat.

"Oleh karena itu, saya mengajak seluruh hadirin, pada 19 Juli 2018 dan seterusnya mari kita beramai-ramai menyaksikan film tersebut. Karena anggaran Polri tidak tersedia maka disarankan menonton di bioskop, mohon maaf dengan bayar sendiri," katanya.

Di bagian lain, ia menyatakan peringatan Hari Bhayangkara ke-72 tidak seperti tahun-tahun sebelumnya peringatan Hari Bhayangkara dilaksanakan di tempat terbuka dengan parade pasukan dan demonstrasi ketangkasan.

Tahun ini dilaksanakan secara indoor di Istora Senayan. Hal ini untuk memberikan nuansa lain yang lebih sipil karena Polri pada dasarnya adalah institusi sipil berseragam.

Pemilihan Istora sebagai tempat acara juga untuk mendukung promosi Asian Games 2018 karena Istora merupakan salah satu venue utama, yang telah direnovasi optimal atas instruksi Presiden.

"Peringatan Hari Bhayangkara 1 Juli dilaksanakan serempak di seluruh Indonesia pada tanggal 11 Juli hari ini, karena Polri lebih memprioritaskan Operasi Mantap Praja Pengamanan Pilkada yang masih belum tuntas sepenuhnya," katanya. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More