Kisruh SKTM, Ganjar Ngamuk Kepala Sekolah tidak Lakukan Verifikasi

Penulis: Akhmad Safuan Pada: Selasa, 10 Jul 2018, 17:35 WIB Nusantara
Kisruh SKTM, Ganjar Ngamuk Kepala Sekolah tidak Lakukan Verifikasi

ANTARA

CUACA Kota Semarang, Jawa Tengah cerah, sinar mentari menyorot tajam sejak pagi dan langit terang bersamaan mulai masuk jam kerja. di beberapa ruas jalan, lalu lintas terlihat padat bersamaan kegiatan warga yang hendak masuk kantor ataupun berangkat bekerja.

Cuaca yang cerah di pagi itu tidak tampak dari raut wajah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang biasanya ceria dan selalu mengumbar senyum. Ketegangan tampak jelas ketika mendatangi posko Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) daring di kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah, Jalan Pemuda, Semarang.

Setelah melihat daftar PPDB yang masuk dari beberapa SMA dan SMK negeri di Jawa Tengah, dahi orang nomor satu di Jawa Tengah sedikit
mengerut dan matanya tajam memelototi daftar calon siswa yang masuk di setiap sekolah.

Kecurigaannya muncul ketika melihat daftar calon siswa miskin yang mendapat prioritas diterima di tiap sekolah tingkat atas di Jawa Tengah itu. Kekagetannya muncul ketika di beberapa sekolah terdata jumlah calon siswa miskin mencapai 100% dari daya tampung yang ada di sekolah yang bersangkutan.

Kemarahan Ganjar Pranowo tiba-tiba meledak ketika menelpon Kepala SMA Negeri Mojogedang, Kabupaten Karanganyar Purwadi. Hingga jelang pengumuman penerimaan, pada Rabu (11/7), berdasarkan daftar online sekolah itu hampir 100% adalah siswa yang mendaftar dengan surat keterangan tidak mampu (SKTM).

Mereka memasuki jurusan MIPA dengan daya tampung 144 jumlah dan 137 di antaranya calon siswa miskin. Kemudian, pada jurusan IPS daya tampung 180 dan calon siswa miskin prioritas diterima 117 orang.

"Sudah mendapat surat dari dinas kan, Bapak tidak lakukan verifikasi ta? Hari ini turunkan semua guru untuk lakukan verifikasi faktual. Ini sistem sudah kacau dan saya tunggu laporan sampai jam 15.00 nanti," cetus Ganjar dengan nada keras.

Belum reda kemarahan Ganjar Pranowo, kali ini giliran Kepala SMK Negeri 1 Blora, Maria, yang terkena semprot. Sekolah tersebut memiliki daya tampung sebanyak 180 orang dan jumlah calon siswa miskin  terdaftar sebanyak 180 orang, hanya 10 yang merupakan calon siswa yang terdaftar berdasarkan prestasi.

"Ini kita gebukin sekolahannya dan juga sampean sekalian, karena ini pasti tidak dilakukan verifikasi faktual terhadap pengguna SKTM," semprot Ganjar melalui sambungan telepon.

Hal serupa juga dilakukan Ganjar Pranowo melalui telepon terhadap Kepala SMK Negeri 1 Purwokerto Asep Saiful Anwar. Dari daftar daring, daya tampung SMK Negri 1 Purwokerto sebanyak 72 orang, seluruhnya diisi calon siswa bermodalkan SKTM. Kemudian, ditambah 3 orang yang merupakan siswa berprestasi.

"Bubarkan acara workshop sekarang, turunkan semua guru untuk verifikasi faktual pengguna SKTM. Ini darurat! Ini darurat dan saya minta laporan langsung," kata Ganjar berapi-api.

Ganjar mengatakan dengan banyaknya pengguna SKTM yang bahkan mencapai 100% dari daya tampung, seharusnya kepala sekolah curiga dan sesegera mungkin lakukan verifikasi faktual. Dengan begitu pernasalahan tidak sampai meledak seperti saat ini dan ditemukan ratusan SKTM bodong (baca juga : Darurat SKTM, 78.065 Pengguna di Jateng Digugurkan dari Daftar Siswa Baru)

(A-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More