Belajar Menghargai Proses

Penulis: Indriyani Astuti Pada: Selasa, 10 Jul 2018, 01:45 WIB Hiburan
Belajar Menghargai Proses

DOK CLAUDIA VON NASUTION

VLOGER sekaligus Youtubers, Ria Sukma Wijaya atau lebih dikenal sebagai Ria SW, akhirnya dapat mewujudkan mimpi yang sudah lama ia cita-citakan. Mimpinya adalah membuat buku yang berkaitan dengan konten video yang dibuatnya. "Awalnya dari dulu ingin nulis buku, impian dari masa kecil akhirnya punya kesempatan ditawarkan sama pihak Gramedia. Ingin buat buku yang segaris dengan video," ujar Ria di sela-sela acara peluncuran bukunya yang berjudul Off the Record di Jakarta, Sabtu (7/7).

Perempuan yang sudah mempunyai jutaan subscriber pada kanal pribadinya itu mengungkapkan tidak pernah menyangka akan sukses menjadi vloger. Menurutnya semua serbakebetulan. Pasalnya, setiap yang ia inginkan justru tidak sesuai harapan, tetapi ia tetap menghargai setiap proses yang terjadi dalam hidup.

"Karena semua yang aku rencanakan, buat list impian semua ga ada yang berjalan sesuai dengan harapan. Walaupun enggak sesuai, pada akhirnya menuju pada apa yang aku inginkan," tutur perempuan yang pernah menjadi peserta ajang pencarian bakat Indonesian Idol pada 2010.

Dalam bukunya, selain ia menuangkan hal-hal yang terjadi di balik layar pembuatan video, Ria juga menekankan segala sesuatu membutuhkan proses. Tidak mudah membuat konten video yang banyak digemari orang. Di balik semua itu ada perjuangan, termasuk ketika ia memutuskan membuat buku. "Prosesnya panjang. Sebelum ke redaksi, lebih sering ngedit dan syuting. Begitu proses pembuatan harus menulis dengan gaya sama di video. Puluhan kali baru berani kasih ke editor. Banyak sekali revisi," tutur Ria.

Ketika ditanya pesan yang ingin ia sampaikan lewat buku itu, Ria mengatakan secara garis besar ia ingin para pembaca lebih menghargai segala proses terjadi dalam hidup termasuk ketika mengejar mimpi-mimpi dalam hidup. "Apa pun mimpi kita dijalankan saja proses itu.
Segala sesuatu tidak ada yang lancar-lancar saja. Generasi sekarang mudah sekali komplain di media sosial. Contoh sederhana, banyak yang bertanya 'Kak kok videonya singkat atau videonya jelek'.  Selain menghargai proses dalam hidup kalian, hargai juga apa pun yang orang lain lakukan," papar Ria.

Dalam videonya, ia mengulas tentang makanan dan jalan-jalan. Vlog milik Ria diminati karena menghadirkan konten yang segar serta banyak istilah-istilah ajaib versinya yang ia buat. Ria mengaku suka berimajinasi menciptakan istilah-istilah itu. "Aku suka mengkhayal dan punya dunia sendiri," kelakarnya.

Nasi padang
Salah satu hal yang membuatnya tersentuh dan ada dalam bukunya ialah tentang nasi padang. Ria mengungkapkan nasi padang merupakan makanan kesukaan almarhum sang ayah. Ia selalu mengingat ayahnya saat makan nasi padang. Ayahnya juga yang memperkenalkan Ria dan membuat ia tertarik mengulas makanan.

"Mengenal enaknya masakan karena almarhum ayah. Menjalani profesi sekarang berkat bokap (ayah). Tiap bokap makan masakan padang, kelihatan bahagia banget. Aku belum sempat bikin bokap bangga sama aku. Ketika bab itu jadi dan melihat sebagai bentuk fisik di buku, aku percaya bokap bangga di sana," kata perempuan yang sudah dua tahun menjadi vloggers itu. (H-5)

SEBELUM menjadi vloger, Ria bekerja sebagai kreatif produser di stasiun televisi. Ia memutuskan untuk membuat kanal sendiri sejak 2016. Gayanya disukai anak muda karena lucu dan tampil ala Korea.

Berita Terkini

Read More

Poling

MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan berdasarkan pembicaraan dengan Google, raksasa internet itu akan berhenti menerima iklan politik jelang Pilpres 2019. Ini merupakan kebijakan pihak Google untuk tidak terlibat dalam ranah politik. Bagaimana menurut Anda kebijakan Google ini?





Berita Populer

Read More