Bukalapak Dorong Pelapak Tingkatkan Omzet

Penulis: Puput Mutiara Pada: Senin, 09 Jul 2018, 14:35 WIB Advertorial
Bukalapak Dorong Pelapak Tingkatkan Omzet

Ist

SALAH satu e-commerce terbesar di Indonesia, Bukalapak, terus memotivasi para penjual di situs tersebut (pelapak) dapat meningkatkan omzet.

Pelapak asal Martapura, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Muhammad Mugni, mengaku sejak bergabung dengan Bukalapak sekitar dua tahun, omzetnya terus meningkat. Semula ia hanya mampu berjualan 50 kilogram pasak bumi, kini mampu mencapai satu ton per bulan.

"Di Bukalapak ada banyak fitur yang memudahkan. Yang paling penting, kita (pelapak) terus diberikan dukungan melalui pelatihan dan pendampingan jadi bisa makin tahu cara untuk meningkatkan pendapatan" ujar Mugni kepada Media Indonesia saat kunjungan kerja Bukalapak di Banjarmasin, Kalsel, Jumat(6/7).

Namun demikian, untuk mencapai keberhasilan di bisnis daring terutama marketplace (e-commerce) harus memiliki jiwa yang kreatif dan inovatif. Pasalnya, keinginan pasar kerap berubah seiring perubahan zaman, dan gaya hidup yang terus berkembang.

Fajeri Hidayat, Ranger Komunitas Bukalapak Banjarmasin, mendapat mandat dari Bukalapak untuk membantu memotivasi para pelapak. Ia bersama anggota komunitas pelapak lainnya saling berbagi mengenai pengalaman ataupun kiat sukses berjualan daring.

"Dulu omzet jualan rotan saya nggak seberapa, sekarang bisa sampai ratusan juta. Pengalaman itu yang juga saya bagikan di komunitas, salah satunya lewat program Ngelapak Bersama Komunitas sehingga dengan begitu kita bisa sama-sama sukses," pungkas Fajeri.(OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More