Pesta dan Sportivitas

Penulis: Sumaryanto Bronto Pada: Sabtu, 07 Jul 2018, 23:45 WIB Piala Dunia 2018
Pesta dan Sportivitas

AFP

DENGAN wajah penuh dicat hitam dan topi lebar yang semarak, ia menjadi salah satu suporter paling mencolok. Apalagi tidak tanggung-tanggung pria itu meluapkan emosi. Saat menyemangati tim yang berlaga, matanya pun melotot, mulut memonyong, dan tangan mengepal.

Namun, sesungguhnya yang paling menarik ialah gambar dua bendera di pipinya. Di pipi kiri tergambar bendera Kolombia yang senada dengan warna topinya, sedangkan di kanan tergambar bendera Inggris.

Kolombia bertemu Inggris di babak 16 besar pada Rabu (4/7). Laga itu berakhir menyedihkan bagi Kolombia yang kalah adu penalti 3-4.

Sang pria memang tidak terdokumentasikan saat di akhir laga. Namun, setidaknya semangat sportivitas sudah tergambar dari dua bendera di pipi itu.

Tidak soal tim mana yang dibela, namun para supporter itu tidak lupa juga untuk menghargai lawan. Bahkan penghargaan itu juga ditunjukkan

pada tuan rumah dan tempat laga pertandingan. Hal inilah yang terutama

terkenal dari supporter Jepang.

'Negeri Matahari Terbit' itu bukan hanya membanggakan karena kesebelasannya yang bermental baja, melainkan juga supporternya yang bermoral super. Sudah biasa, tiap kali seusai menonton, mereka akan membersihkan sisa-sisa sampah di tribun mereka. Itu pun tidak berubah meski Selasa (3/7) tim jagoan mereka dipukul Belgia setelah unggul duluan.

Di penjuru-penjuru tribun sepanjang Piala Dunia Rusia ini pun jamak pemandangan soal wajah terpuji supporter. Semaksimal mereka membela negara masing-masing, semaksimal itu pula mereka tetap menjunjung pesta bola yang damai.

Memang, bukan pesta namanya jika fanatisme justru mencederai kesenangan bersama. Bagaimanapun Piala Dunia sejatinya ialah pesta untuk semua orang.

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More