Hari ini, Perempuan Asal Bener Meriah Dicambuk 100 Kali Karena Berzina

Penulis: Antara Pada: Kamis, 05 Jul 2018, 20:31 WIB Nusantara
Hari ini, Perempuan Asal Bener Meriah Dicambuk 100 Kali Karena Berzina

ANTARA FOTO/Irwansyah Putra

DUA orang terdakwa, Mansur Indah (22) dan Rahma Fitri (20), dihukum cambuk masing-masing 100 kali, karena secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan jarimah zina.

Eksekusi kedua terdakwa digelar di halaman depan Gedung Olah Seni Takengon, Kamis, yang disaksikan masyarakat di daerah yang berhawa dingin itu.

Hukuman cambuk ke dua pasangan kekasih itu berdasarkan putusan Mahkamah Syar'iah Nomor 04/JN/2018/MS-TKN tanggal 06 Juni 2018.

Terdakwa laki-laki Mansur Indah, warga Kampung Kute Kisam Lestari, Kecamatan Lawe Sumur, Kabupaten Aceh Tenggara dan terdakwa perempuam adalah Rahma Fitri, warga Kampung Tingkem Bersatu, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah.

Pantauan wartawan di lokasi, kedua terdakwa masing-masing menerima eksekusi cambuk yang dilakukan algojo dengan hitungan 20 kali cambukan bertahap hingga mencapai total 100 kali.

Setiap 20 kali cambukan algojo menghentikan eksekusinya agar terdakwa menjalani pemeriksaan medis guna memastikan kesiapannya untuk menerima cambukan selanjutnya.

Bupati Aceh Tengah dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kepala Dinas Syariat Islam Kabupaten Aceh Tengah, Alam Suhada, menyampaikan bahwa kegiatan eksekusi cambuk agar dapat dijadikan pembelajaran bagi para terdakwa sekaligus masyarakat umum untuk mematuhi ketentuan Syariat Islam yang berlaku.

"Untuk menghindari terjadinya pelanggaran seperti ini Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah telah berupaya dengan sejumlah langkah-langkah termasuk membentuk Pengawas Syariat Islam Kampung. Dengan harapan mereka akan memberikan pencegahan terhadap terjadinya pelanggaran," tutur Alam Suhada. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

BEBERAPA waktu lalu, nama Bung Hatta kembali ramai dibicarakan publik. Berawal dari pernyataan Koordinator Juru Bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar, di sebuah video yang mengatakan kalau cawapresnya, Sandiaga Uno adalah sosok baru dari Bung Hatta. Hal itu langsung menuai keberatan dari cucu Bung Hatta, Gustika Jusuf Hatta. Sebelumnya, kubu Prabowo-Sandiaga juga sempat menyandingkan nama pahlawan seperti Cut Nyak Dien dan Kartini dengan Ratna Sarumpaet dan Neno Warisman. Setujukah Anda apabila pahlawan dijadikan komoditas politik guna meraih simpati masyarakat?





Berita Populer

Read More