Babak Baru Mobil Listrik di Indonesia

Penulis: (Gnr/S-1) Pada: Kamis, 05 Jul 2018, 05:45 WIB Otomotif
Babak Baru Mobil Listrik di Indonesia

MI/AGUS MULYAWAN

PENERAPAN kendaraan elektrifikasi (electrified vehicle/EV) di Indonesia memasuki tahapan baru. Hal itu sejalan dengan dimulainya penelitian dan studi secara komprehensif tentang penahapan teknologi EV di dalam negeri oleh Kementerian Perindustrian menggandeng Toyota Indonesia dan enam perguruan tinggi.

Upaya tersebut menjadi salah satu masukan penting bagi pemerintah dalam mengeluarkan kebijakan pengembangan kendaraan elektrifikasi untuk mendorong pemanfaatan teknologi otomotif yang ramah lingkungan melalui program Low Carbon Emission Vehicle(LCEV). "Hal ini tidak terlepas dari komitmen pemerintah Indonesia untuk dapat menurunkan emisi gas rumah kaca (CO2) sebesar 29% pada 2030 dan juga sekaligus menjaga ketahanan energi khususnya di sektor transportasi darat," kata Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto di Jakarta, kemarin.

Airlangga menambahkan, sebagai salah satu sektor andalan dalam Roadmap Making Indonesia 4.0, industri otomotif nasional diharapkan dapat menjadi basis produksi kendaraan bermotor, baik internal combustion engine (ICE) maupun electrified vehicle (EV) untuk pasar domestik maupun ekspor.

Kemenperin menargetkan, 20% dari total produksi kendaraan baru di Indonesia sudah berteknologi electrified vehicle pada 2025. Meski demikian, Airlangga mengakui banyak tantangan yang harus dilalui untuk mewujudkan kendaraan elektrifikasi tersebut dalam kurun waktu kurang dari satu dasawarsa lagi.

Upaya pemerintah dalam menyiapkan kebijakan mengenai kendaraan listrik melalui studi komprehensif disambut baik Toyota Indonesia. PT Toyota Motors Manufacturing Indonesia (TMMIN) dan PT Toyota-Astra Motor (TAM) pun menyiapkan produk terbaiknya sebagai salah satu bahan kajian.

Ada 18 kendaraan disiapkan Toyota Indonesia, terdiri dari enam unit Toyota Prius, enam unit Toyota Prius Prime (Plug-in Hybrid), dan enam unit Corolla Altis. Toyota Indonesia juga membangun enam unit stasiun pengisian level 2 (4 jam pengisian, 3.500 watt) serta menyediakan asistensi teknik dalam kegiatan penelitian dan studi komprehensif kendaraan elektrifikasi.

Penelitian akan dijalankan bertahap dengan mempelajari aspek teknikal seperti jarak tempuh, emisi, infrastruktur, dan kenyamanan pelanggan melalui pelacakan data dalam penggunaan sehari-hari mobil-mobil tersebut di tiga kota besar Indonesia, yaitu Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta. "Kami berharap dukungan yang kami berikan ini dapat membantu pemetaan kondisi dan kebutuhan riil pelanggan, termasuk kesiapan dan tantangan dalam mengembangkan industri dan infrastruktur kendaraan elektrifikasi di Indonesia sesuai arahan Kementerian Perindustrian RI," ujar Presiden Direktur TMMIN Warih Andang Tjahjono.

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy meminta sekolah untuk melakukan pengecekan surat keterangan tidak mampu (SKTM) dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB). Hal itu dilakukan untuk menghindari penyalahgunaan SKTM agar diterima di sekolah negeri. Pasalnya, dalam Permendikbud 14/2018 tentang PPDB disebutkan kuota minimal untuk siswa tidak mampu sebanyak 20%. Apakah Anda setuju pihak sekolah harus melakukan pengecekan dan tidak langsung menerima begitu saja SKTM tanpa verifikasi ke lapangan?





Berita Populer

Read More