Young Lex Jangan Sepelekan Perundungan

Penulis: Indriyani Astuti Pada: Kamis, 05 Jul 2018, 01:00 WIB Hiburan
Young Lex Jangan Sepelekan Perundungan

DOK INSTAGRAM

PERUNDUNGAN yang kian marak di media sosial membuat penyanyi rap asal Indonesia, Samuel Alexander Pieter atau lebih dikenal dengan nama Young Lex, 26, ikut prihatin.

Dia kemudian menuangkan kegelisahan terkait sikap netizen yang dengan mudah melontarkan kritik bahkan ujaran kebencian dengan cara membuat lagu sebagai kampanye antiperundungan. Lagunya berjudul Jangan Dianggap Remeh. Dia mengajak orang untuk tidak menganggap perundungan sebagai hal sepele. "Dianggap sepele banget (perundungan) kalau anak kecil mengalami akan berdampak pada masa depan.


Makanya gue buat Jangan Anggap Remeh. Gue mungkin siap menerima bully (perundungan) karena umur gue udah matang, kebayang enggak umur 13 tahun di-bully sama orang dengan kalimat-kalimat 'mati aja lu'. Makanya ini jadi keresahan gue," terang Young Lex dalam acara peluncuran lagunya sebagai soundtrack film #AibCyberBully di Jakarta, Senin (2/7).

Ia menjelaskan perundungan dahulu berbeda dengan saat ini, era media sosial. Perundungan di dunia maya, kata dia, apabila diunggah ke media sosial dapat diketahui satu Indonesia, apalagi kasusnya viral. Tentu membuat korban terpukul. Secara pribadi, ungkapnya, ia juga pernah mengalami perundungan di dunia maya pada awal kariernya. "Masa itu sudah lewat, memang masuk ke hati dan pikiran, bisa mengubah sikap dan pikiran kita jadi negatif juga. Seiring berjalan waktu ada rumus sendiri cara menghadapinya. Dibales-balesin, capek juga," ujar pelantun Nyeselkan itu.

Bowo dan Tik Tok
Ia juga menyayangkan keramahan yang menjadi karakter bangsa Indonesia kian menghilang seiring maraknya ujaran kebencian di dunia maya. "Sedih dan kesal juga kenapa jadi sekasar ini orang Indonesia. Contoh kasus di aplikasi Tik Tok anak bernama Bowo, gue baca kalimat perundungan kepada dia, ada yang menyuruh dia mati dan segala macam kenapa bisa keluar kata-kata seperti itu, segampang itu. Apa karena masyarakat Indonesia belum siap menggunakan internet atau enggak ada saringannya?" tanya Young Lex .

Menurutnya, apabila perundungan di dunia maya dibiarkan, lima atau sepuluh tahun lagi akan banyak kasus bunuh diri karena perundungan seperti di luar negeri. "Ini yang bahaya kalau perundungan udah jadi tradisi. Apa memang udah jalannya akan tiba masa penghakiman. Semua orang jadi hakim dan ngapain aja salah. Berat sih ini," cetusnya.

Young Lex menganggap pelaku perundungan tetap akan ada terus sehingga lebih baik ia fokus pada korban. Ia ingin menyemangati para korban untuk bangkit. Pesan itu disampaikan lewat lagunya. Dalam lagunya memuat lirik seperti 'Lo hina gue kejar mimpi, bully lu ga berarti'.

"Pesan yang ingin gue sampaikan tidak peduli dengan orang yang melakukan perundungan. Gue lebih fokus ke orang yang di-bully mungkin mereka punya potensi jadi orang besar," kata dia.
Menurutnya, banyak alasan untuk melakukan perundungan, seperti ketidaksukaan, tidak suka melihat orang sukses, dan sebagainya. Ia pun mengajak agar masyarakat mulai sebarkan cinta daripada kebencian sebab pelaku perundungan kerap kali tidak sendiri. (H-5)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

TEKA-teki kontestan Pilpres 2019 terkuak sudah. Joko Widodo akhirnya memilih Ketua Umum MUI Ma'ruf Amin sebagai cawapres sedangkan Prabowo Subianto berpasangan dengan Sandiaga Uno. Mereka saat ini tengah melengkapi persyaratan dan akan mendatangi KPU pada Jumat (10/8) di batas akhir pendaftaran Capres/Cawapres 2019. Dari dua pasangan itu, siapa pilihan Anda?





Berita Populer

Read More