Kemenkominfo Segera Panggil Tik Tok

Penulis: Antara Pada: Rabu, 04 Jul 2018, 13:14 WIB Teknologi
Kemenkominfo Segera Panggil Tik Tok

Wikipedia

MENTERI Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Rudiantara mengatakan akan segera memanggil aplikator konten video pendek Tik Tok untuk memastikan mereka segera membersihkan aplikasi tersebut dari konten negatif dan berbau pornografi.

"Mereka akan dipanggil secepatnya. Sebetulnya kami sudah menghubungi mereka sebelum konten tersebut diblokir, tapi tidak ada respon," kata Rudiantara usai peluncuran sistem penyampaian informasi Karhutla di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Jakarta, Rabu (4/7).

Rudiantara mengatakan aplikator Tik Tok harus segera membersihkan aplikasinya dari konten negatif dan diminta adanya jaminan harus punya sistem untuk membersihkan jika konten-konten tersebut muncul kembali.

"Sama seperti Bigo, Bigo juga dulu ditutup. Tapi mereka menyewa puluhan orang untuk membersihkan konten negatif," tambah dia.

Jika tidak ada respon dari pihak Tik Tok, kata Menkominfo, blokir aplikasi tersebut tidak akan dibuka.

Rudiantara mengatakan sebenarnya paltform Tik Tok bagus terutama bagi yang ingin berkreasi. Namun, disayangkan muncul konten berbau pornografi.

"Permasalahannya bukan di platform, tapi bagaimana kita mendidik anak-anak kita. Dan ini tidak bisa salah satu sektor, dari mulai di rumah dijaga anak, diajari, di sekolah literasi tentang digital," ujar Rudiantara.

Kemkominfo resmi memblokir pijakan live streaming Tik Tok pada Selasa (3/7) karena banyak kontennya yang negatif terutama bagi anak-anak.

Rudiantara juga mengatakan, Kominfo telah berkoordinasi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia.

Ia menjelaskan, pendekatan Kominfo sama seperti yang dilakukan kepada Bigo yang diminta untuk membersihkan dan menjaga konten, sehingga Bigo akhirnya dibuka kembali. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More