KPK Periksa Tauffiq Effendi dan Mulyadi untuk Kasus KTP-E

Penulis: Nurjianto Pada: Selasa, 03 Jul 2018, 11:15 WIB Politik dan Hukum
KPK Periksa Tauffiq Effendi dan Mulyadi untuk Kasus KTP-E

MI/ROMMY PUJIANTO

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan pada Mantan Wakil Ketua Komisi II DPR RI Taufiq Effendi serta Politikus Partai Demokrat Mulyadi sebagai saksi dalam penyidikan kasus korupsi proyek pengadaan KTP-e. 

Juru bicara KPK, Febri Diansyah menuturkan pemeriksaan untuk saksi Mulyadi merupakan penjadwalan ulang yang seharusnya dijadwalakan kemarin.

"Ada 2 saksi yg diagendakan hari ini: Taufiq Effendi dan Mulyadi. Diperiksa dalam kasus e-KTP untuk tersangka IHP dan MOM. Untuk Mulyadi, Anggota DPR-RI merupakan penjadwalan ulang dari jadwal kemarin," ujar Febri dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (3/7).

KPK sendiri telah menetapkan Irvanto Hendra Pambudi yang juga merupakan keponakan Setya Novanto serta pengusaha Made Oka Massagung sebagai tersangka kasus KTP-e karena keduanya diduga menjadi perantara pemberian uang suap KTP-e kepada Setya Novanto.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan delapan tersangka terkait kasus mega proyek KTP-e. Kedelapan tersangka tersebut adalah mantan PNS Kemendagri, Irman dan Sugiharto, pengusaha Andi agustinus alias Andi Narogong. Mantan Ketua DPR RI Setya Novanto, Politikus Partai Golkar Markus Nari, pengusaha Anang Sugiana Sudihardjo, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo dan Made Oka Masagung. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More