Ketika Bakso, Aci, dan Digital Bertemu

Penulis: Gita Alisa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran Pada: Minggu, 01 Jul 2018, 02:30 WIB Weekend
Ketika Bakso, Aci, dan Digital Bertemu

DOK PRIBADI

MENJADI mahasiswa, menikah, dan berbisnis sendiri memang terdengar sedikit rumit buat anak muda. Namun, tidak bagi Siti Napisah, mahasiswi Jurusan Agroteknologi, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, yang sedang menginjak semester tujuh ini.

Istimewanya lagi, Napisah meyakini, keberanian menikah ketika ia dan suami menginjak 21 tahun juga menjadi kunci sukses bisnisnya. Baso Aci Terciduk yang ditekuni Napisah berfokus di online. Bakso ini unik karena karakter kenyal lantaran dominasi tepung tapioka.

Baso Aci Terciduk dikemas dalam plastik yang udaranya diisap untuk menjaga keawetannya, tapi juga cepat saji karena praktis disajikan. Simak ya obrolan Muda dengan Napisah!

Ceritakan dong proses kamu merintis Baso Aci Terciduk ini?

Saya memulai bisnis ini dengan suami. Kami mulai produksi pada 25 Februari 2018, sebulan setelah menikah. Saya yakin, dengan usaha ini bisa merasakan kebanggaan, tidak ingin mengambil untung sebanyak-banyaknya, tetapi hanya mencari keberkahan, walaupun sedikit, tapi barokah.

Idenya dari mana?

Waktu itu lagi iseng coba-coba jualan. Saya berpikir produk apa yang harus dikeluarkan untuk mengikuti zaman dan digemari anak-anak muda yang sekarang ini suka makanan pedas.

Jadi, saya buat bakso aci ini, testimoni awal dengan bikin 15 bungkus, ternyata laris dan langsung habis. Besok-besoknya langsung ramai peminat. Sekarang ini bisa buat 200-300 bungkus, sampai akhirnya sekarang sudah mencapai 1.000-1.500 bungkus.

Anak-anak muda sekarang juga lagi pada seneng yang praktis. Jadi, saya buat sistem instan, seperti mi instan yang tinggal direbus dan dicampur bumbu saja, tapi bahan-bahan yang saya jual sudah matang, jadi kalau mau pakai air panas langsung juga bisa.

Isi satu paket Baso Aci Terciduk ini apa saja?

Bakso aci 4 buah, siomai 3, cuanki tahu 3, pilus cikur 1 bungkus, telor puyuh 1, lalu ada minyak sama bumbu-bumbu asin dan pedas.

Siapa yang membuat resepnya?

Saya yang meracik dan membuatnya sendiri.

Apa bahan bakunya?

Bahan baku dari bakso aci ini hanya aci singkong atau tepung tapioka, sedangkan cuanki tahu dan siomainya saya beli dari pabrik langsung.

Cara buat menjaga keawetan bakso ini?

Produknya dimasukkan ke plastik, lalu divakum untuk mengisap semua udara dalam plastik, mencegah produk cepat basi. Produk saya ini sama sekali tidak pakai bahan pengawet apa-apa. Di luar kulkas, bakso kami awet 3 sampai 4 hari, di freezer bisa sampai satu minggu dan di pendingin lima hari.

Bisa diceritakan proses produksi, pengemasan sampai teknik pemasarannya?

Jadi, biasanya saya buat bakso acinya, dari pukul 20.00 sampai 24.00, lalu pukul 03.00 bangun untuk mempersiapkan bumbu-bumbu dan minyak-minyaknya. Itu dilakukan sampai pukul 07.00. Setelah itu, nanti ada pekerja yang memasukkan produk-produk ke kemasan.

Untuk marketing-nya, dengan sistem keagenan, mereka beli langsung dari saya. Sekarang saya jual tidak satuan, tapi pakai jumlah minimum, 20 pcs. Biasanya dikirim pake bis untuk keluar kota karena kalau pake kurir, mahal ongkosnya.

Kenapa pakai kata terciduk?

Terciduk ini singkatan, karena biasanya bakso aci itu tidak ada telurnya, tapi bakso aci terciduk ini ciri khasnya ada telurnya, jadi terciduk ini singkatan dari telur, aci, diaduk.

Ciri khas dan hal yang istimewa dari produk ini apa?

Bakso aci terciduk saya ini pedes banget dan harganya yang bisa dibilang murah dibanding merek-merek lain.

Kenapa dari kuliah agroteknologi bisa sampai buka bisnis?

Karena saya dari dulu sudah senang berwirausaha sendiri dari SMP jualan pulsa, SMK jualan pisang molen, basreng, usus krispi yang dibuat sama ibu.

Karena dulu di SMK sekolahnya full, jadi biasanya teman-teman bawa nasi, dan lauknya beli dari saya. Jadi, dari dulu sudah terbiasa berjualan.

Cara kamu bagi waktu antara kuliah, bisnis, dan urusan rumah tangga?

Kuliah semester enam kan biasanya flat, cuma sampai pukul 12.00, jadi waktu senggangnya banyak, kecuali kalau ada tugas kuliah. Jadi, harus siap tidak tidur saja. Ada suami saya juga di bisnis ini, dia mengatur bagian administrasinya, seperti pendaftaran agen dan pengiriman.

Omzet per bulannya berapa?

Sekitar Rp25 juta-Rp30 juta per bulan.

Distribusi bakso kamu sudah sampai mana?

Agen saya di Jatinangor, Jakarta Timur, Jakarta Barat, Bekasi, Cianjur, Banten, Bandung, Bandung Barat, Soreang, dan Majalaya.

Nah, sistem yang saya buat, berbagi rejeki sama agen-agen saya, misalnya saya jual ke mereka Rp9.000-Rp10 ribu, mereka jual bisa Rp13 ribu. Kalau di Jakarta bisa sampai Rp20 ribu-Rp27 ribu.

Kenapa memutuskan jualan dalam bentuk makanan siap saji, nggak buka kedai?

Awalnya mau buat kedai, tapi saya ingin produk saya memakai sistem keagenan. Produk instan juga memungkinkan kita bisa jual ke mana saja dan modal tidak terlalu besar karena tidak usah sewa tempat. Konsumen sekarang juga ingin serbainstan dan tidak ribet.

Apa agenda berikutnya?

Insya Allah ke depannya Baso Aci Terciduk akan ada varian baru, dan camilan.

Tip-tip untuk para mahasiswa untuk bisa memulai bisnis sendiri?

Kalau saya sendiri tidak terlalu memikirkan akademik karena belum tentu sukses juga. Saya memikirkan mengenai kualitas hidup, bagaimana bisa memperkerjakan orang lain.

Saya memikirkan bagaimana cara kita bisa bertahan di lapangan langsung, bukan hanya di kelas. Sekarang kan persaingan semakin ketat, harus ada inovasi, jangan sampai ketinggalan. Misalkan orang-orang yang kuliah berpikir mau kerja di mana, nah sekarang harus berpikir agar kita punya pekerja.

Saya juga ada reseller yang sudah S2, sedangkan saya baru mau PKL dan KKN. Ya sebenarnya balik lagi ke masing-masing pribadi, kalau mau kuliah benar ya dijalani yang benar, kalau mau sambil bisnis ya harus pintar-pintar bagi waktu, ketika harus belajar ya harus belajar, asal punya schedule dan bisa manage waktu yang tepat, tahu akibat-akibat yang akan dihadapi. (M-1)

Biodata

Nama: Siti Napisah
Tempat, tanggal lahir: Bandung, 13 Juni 1997
Pendidikan: Jurusan Agroteknologi, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Nama: Fikri Almutaqim
Tempat, tanggal lahir: Bandung, 18 November 1997
Instagram @basoaci_terciduk
Akun di Shopee: basoaci_terciduk

Berita Terkini

Read More

Poling

MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan berdasarkan pembicaraan dengan Google, raksasa internet itu akan berhenti menerima iklan politik jelang Pilpres 2019. Ini merupakan kebijakan pihak Google untuk tidak terlibat dalam ranah politik. Bagaimana menurut Anda kebijakan Google ini?





Berita Populer

Read More