Bayar Pajak makin Mudah dengan Blockchain

Penulis: Rizky Noor Alam Pada: Sabtu, 30 Jun 2018, 13:09 WIB Teknopolis
Bayar Pajak makin Mudah dengan Blockchain

MI/Adam Dwi
Direktur Onlinepajak Charles Guinot.

SETIAP awal tahun sebagai wajib pajak tentunya disibukkan dengan satu hal, laporan pajak, tidak hanya perorangan, tapi juga perusahaan wajib menyiapkan surat pemberitahuan tahunan (SPT) pajak.

Namun, tidak semua orang bisa membuat laporan pajak dengan mudah. Apalagi, jelang tanggal jatuh tempo, antrean di kantor pajak mengular cukup panjang.

Kesulitan mempersiapkan pembayaran pajak juga diakui Ivana dari divisi perpajakan Tokopedia. Kesulitan utamanya ialah waktu dan tenaga yang dihabiskan untuk melaporkan SPT masa ataupun SPT tahunan ke kantor pajak. Sejak kehadiran start-up Onlinepajak, Ivana mengaku terbantu.

Onlinepajak penyedia jasa aplikasi perpajakan yang sangat memudahkan saya dalam pelaporan pajak. Adanya dukungan dari tim support yang andal dan bisa selalu dihubung­i saat dibutuhkan membuat waktu kerja saya semakin efisien dan efektif,” jelas Ivana kepada Media Indonesia, pada awal Juni.

Efisiensi juga diakui Loria, akuntan PT Vector Indonesia. Ia memilih layanan Onlinepajak karena perusahaannya sudah berkolaborasi dengan bank persepsi tepercaya dan merupakan mitra resmi Ditjen Pajak. Selain itu, menurutnya, keamanan data perusahaan yang diberikan terjamin dan semuanya sudah dilakukan by system sehingga meminimalkan human error.

“Yang paling buat happy itu saya enggak perlu antre di bank. Semuanya bisa dilakukan di meja kerja tanpa buang waktu,” jelas Loria.

Buku kas
Sebenarnya apa sih Onlinepajak? Onlinepajak merupakan perusahaan rintisan (start-up) yang memanfaatkan blockchain. Onlinepajak menyediakan aplikasi perpajakan berbasis web yang memudahkan para wajib pajak melakukan hitung, setor, dan lapor pajak sehingga setiap wajib pajak baik individu maupun badan dapat memenuhi kewajiban pajaknya dengan cara yang lebih sederhana dan mudah.

Direktur Onlinepajak, Charles Guinot, kepada Media Indonesia, pertengahan Mei lalu, menjelaskan perusahaan rintisannya membantu para pembayar pajak Indonesia menyiapkan dan membayar pajak mereka secara daring tanpa harus menginstal aplikasi apa pun. Pro­sesnya mudah karena hanya tinggal mengklik.

“Kami ingin membantu masyarakat Indonesia dalam melakukan proses administrasi perpajakan. Dengan memanfaatkan teknologi blockchain, kami membawa transparansi dalam proses perpajakan. Orang biasanya tidak membayar pajak karena sudah membayangkan prosesnya yang rumit, tapi kami membuat itu semua menjadi simpel. Kalau sudah transparan, tidak ada alasan untuk tidak membayar pajak. Anda dan semua orang akan dapat melihat transaksi yang dilakukannya melalui blockchain,” jelas Charles yang mengklaim belum ada start-up serupa di Indonesia.

Ya Onlinepajak menggunakan blockchain. Namun, apa itu blockchain? Blockchain adalah teknologi penyimpanan data multiserver yang dihubungkan secara aman oleh kriptografi.

Jika dianalogikan, blockchain seperti buku kas besar yang tersebar di jaringan peer-to-peer yang sudah disepakati. Sebuah blockchain akan mencatat setiap perubahan data yang terjadi secara efisien dan permanen, dan setiap pihak akan mendapatkan informasi atas transaksi yang terjadi dan harus melakukan validasi terhadap setiap block baru sebagai sebuah konsensus.

Sistem internal

Start-up yang berdiri sejak September 2015 itu sudah memiliki sekitar 800 ribu pengguna se-Indonesia, 70%-nya ialah perusahaan dan 30% individu. Uang kelolaan pajak yang dibayar melalui sistem Onlinepajak pada 2017 telah mencapai Rp43 triliun dan ditargetkan meningkat hingga Rp100 triliun pada 2018.

“Misi kami membantu para pembayar pajak, tapi manfaat yang akan dirasakan negara dalam jangka panjang tentunya akan dilipatgandakan pendapatan (pajak) bagi negara,” imbuhnya.

Charles mengaku belum menemui kendala sampai saat ini. Namun, tantangan terberat ialah membangun sistem internal. Pasalnya sistem perpajakan ialah sebuah sistem yang rumit, memiliki beragam perbedaan sesuai dengan kebutuhan pengguna masing-masing.

Efektif
Dalam kesempatan berbeda, pengamat perpajakan Yustinus Prastowo saat dihubungi Media Indonesia, Selasa (26/6), menilai sudah saatnya teknologi dalam dunia perpajakan dimanfaatkan. Teknologi itu akan efektif memacu masyarakat untuk membayar pajak. Pasalnya banyak keluhan masyarakat akan prosedur yang bertele-tele sehingga tidak efisien dan mengganggu keinginan secara psikologis seseorang yang ingin mematuhi peraturan.

“Teknologi blockchain cocok untuk menjadi jalan keluar karena memiliki sistem security yang unik sehingga terjamin. Kedua, blockchain  bisa sama-sama diverifikasi sehingga ada kontrol bersama dan ketiga bisa  dijalankan bersamaan,” ungkap Yustinus.

Bagi Yustinus, memanfaatkan teknologi blockchain jauh lebih murah jika dibandingkan dengan investasi yang harus dikeluarkan untuk membangun jaringan IT sendiri. Lebih lanjut, Yustinus menilai seharusnya pemanfaatan blockchain dapat diimplementasikan secara nasional.

Blockchain bisa digunakan secara centralised dan digunakan di mana pun, berlapis dan punya server ke mana-mana. Penggunaan teknologi bergantung pada ketersediaan infrastruktur jaringan internet dan menurut saya coverage (jaringan internet nasional) sudah lumayan bagus dan cukup merata sehingga dengan jaringan yang sudah ada itu sudah cukup tanpa membangun yang baru,” imbuhnya.

Bagi Anda yang tertarik menggunakannya cukup mudah, hanya perlu masuk ke website Onlinepajak, kemudian melakukan pendaftaran dengan memasukkan e-mail, password, dan nomor telepon. Setelah mendaftar, Anda akan disuguhi pilihan jenis pajak apa yang ingin Anda hitung dan setorkan. Mudah bukan? (M-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More