Menyiksa All New BMW X3 di Gunung Api Purba Nglanggeran

Penulis: Nurtjahyadi Pada: Kamis, 28 Jun 2018, 08:35 WIB Otomotif
Menyiksa All New BMW X3 di Gunung Api Purba Nglanggeran

MI/CHADIE

DALAM perjalanan mudik kali ini Media Indonesia menggunakan The All New BMW X3 Xdrive20i yang baru diluncurkan April lalu. Saya bersama istri dan seorang putri usia 5 tahun 8 bulan mengajak rekan karikaturis bersama istri dan seorang anak laki-laki berusia 8 tahun.

Ketika berangkat pada H-3 tengah malam dari Pesanggrahan, Jakarta Selatan, menuju Gerbang Tol Ciledug 3, kami langsung dihadang kemacetan sejak di Tol Lingkar Timur memasuki ruas Cikunir Interchange. Butuh 10 jam lebih hanya untuk menjangkau pintu Tol Cikarang Utama dan sekitar 15 jam untuk tiba di pintu Tol Palimanan.

Cuma kenyamanan kabin X3 menjadi alasan kami masih dapat sedikit menikmati perjalanan yang menguras tenaga, waktu, dan konsentrasi itu. Kemacetan demi kemacetan terus kami hadapi jelang setiap titik rest area sepanjang Tol Jakarta-Cikampek hingga Brebes.

Atap panoramic roof cukup ampuh mengusir kejenuhan dua bocah karena terhibur melihat bulan sabit dan taburan bintang yang menghiasi langit. Selebihnya mereka tidur lelap sambil mendengarkan CD lagu anak-anak yang dibuat sayup-sayup berkat kekedapan kabin yang luar biasa.

Singkat cerita, kami mencapai destinasi pertama di Kaliwungu, Kendal, dan menurunkan keluarga rekan kami di kediaman orangtua mereka persis tengah malam menghabiskan waktu sekitar 24 jam perjalanan. Setelah istirahat, kami bertiga kembali bergerak dan tiba di Klaten sekitar 2,5 jam kemudian.

Setelah istirahat beberapa jam melepas lelah di kediaman orangtua, kami mengarahkan moncong X3 ke Gunung Purba Nglanggeran, kawasan wisata di Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul, yang terletak di deretan Pegunungan Baturagung. Jaraknya sekitar 12 km dari tempat kami.

Gunung dengan ketinggian 700 mdpl yang pernah berstatus aktif sekitar 60-70 juta tahun lalu itu kami pilih karena medan jalan yang menuju lokasi tersebut sangat menantang. Kami mengambil rute dari Desa Ngandong, Gantiwarno, Klaten-Ngoreyan-Serut (Yogya)-Dusun Wangon-Dusun Terbah-Patuk-Gunung Nglanggeran.

Tusuk konde

Jalan berliku dengan jurang di bagian sisinya menjadi pemandangan biasa di sepanjang rute yang sempit. Belum lagi kemiringan tanjakan dan turunannya lumayan curam. Bahkan kami sempat menemui tikungan 'tusuk konde' dengan tanjakan curam berkemiringan hingga lebih dari 22 derajat.

Sayangnya, rute yang cukup ekstrem dan menantang itu menjadi sesuatu yang ringan di atas kendaraan berpenggerak empat roda ini. Melibas tikungan tusuk konde tersebut hanya membuat mesin X3 menggeram di 1.500-2.000 rpm tanpa perlu mengumbar angka tinggi! Bahkan kendaraan sempat kami hentikan hanya untuk menguji kemampuan sport activity vehicle X3 melakukan take off dari tanjakan terjal itu.

Hasilnya kombinasi daya 184 hp dan torsi 290 Nm membuat pengemudi santai melalui rintangan. Terlebih ada fitur auto hold brake membuat stop 'n go di medan menanjak menjadi lebih mudah tanpa khawatir mobil meluncur mundur. Kami pun tiba di tujuan.

Lelah yang tersisa akibat macet sehari sebelumnya sirna seketika saat berada di kawasan ekowisata Gunung Nglanggeran. Di kawasan yang masuk wilayah DI Yogyakarta itu kita bisa menikmati danau cantik penampungan air (embung) di bagian dataran tinggi Kebun Buah Nglanggeran dan air terjun bertingkat Kedung Kandang di selatan Gunung Api Purba di tengah terasering persawahan yang aktif hanya saat musim hujan.

Matahari mulai terbenam. Kami kembali turun ke Klaten menembus kegelapan malam. Teknologi 3D adapive LED headlight BMW mulai berbicara. Siraman sinarnya seolah menyajikan suasana siang hari di depan kendaraan. Arah sinar lampu cerdas itu juga dinamis mengikuti gerakan arah roda kemudi.

Walaupun terang benderang, lampu itu sangat 'sopan'. Sebaran cahayanya seolah selalu menghindari mata sehingga tidak menyilaukan pandangan pengendara dari lawan arah. Hebatnya lagi, saat di depan tak ada kendaraan lain, jangkauan sinar low beam-nya akan menjauh.

Begitu terdeteksi ada kendaraan di depan, sinarnya kembali turun sehingga tidak mengganggu pengendara lain baik yang searah maupun berlawanan arah. Kakuatan cahaya lampu pintar itu cukup menyita perhatian pengendara lain saat kami di tengah kepadatan arus balik, Selasa (19/6). (S-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan berdasarkan pembicaraan dengan Google, raksasa internet itu akan berhenti menerima iklan politik jelang Pilpres 2019. Ini merupakan kebijakan pihak Google untuk tidak terlibat dalam ranah politik. Bagaimana menurut Anda kebijakan Google ini?





Berita Populer

Read More