Bersatu Perangi Narkoba

Penulis: Hym/J-2 Pada: Rabu, 27 Jun 2018, 07:50 WIB Megapolitan
Bersatu Perangi Narkoba

Ilustrasi

BADAN Narkota Nasional (BNN) meminta seluruh kekuatan bangsa ikut berperang melawan narkoba untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang sehat tanpa narkoba.
 
Kepala Bagian Humas BNN Kombes Sulistiandriatmoko mengatakan penegasan itu merupakan tema yang diambil BNN dalam peringatan Hari Antinarkotika Internasional setiap tanggal 26 Juni.  Sulis mengatakan pada peringatan tahun ini tema yang diambil sama dengan tema dari Kantor PBB untuk Urusan Narkoba dan Kejahatan atau United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC), yakni Menyatukan dan menggerakkan seluruh kekuatan bangsa dalam perang melawan narkoba untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang sehat tanpa narkoba.

Direncanakan, puncak perayaan Hari Antinarkotika Internasional di Indonesia diadakan pada 12 Juli di Balai Besar Rehabilitasi BNN di Lido, Bogor, Jawa Barat, yang dihadiri Presiden Joko Widodo.

“Mengapa tema itu kita ambil karena tanpa menyatukan dan menggerakkan seluruh potensi bangsa, BNN sendiri tidak akan mampu mengatasi persoalan narkoba di Indonesia,” paparnya.

Menyatukan seluruh elemen masyarakat dalam memerangi narkoba, lanjut Sulis, sangat penting. Pasalnya, permintaan pasar di Indonesia akan narkoba sangat tinggi. 
“Di Indonesia ada 3,7 juta prevalensi angka pengguna, itu angka yang sangat besar,” tegas Sulis.

Tidak mengherankan, lanjut Sulis, jika terjadi tren lonjakan penyelundupan narkorba dari luar negeri ke Indonesia. Sebagai pembanding, barang bukti narkotika jenis sabu hasil tangkapan BNN selama 2017 ialah sekitar 3,7 ton. “Tetapi pada 2018 sampai periode Mei ini barang bukti terutama sabu yang disita sudah melebihi dari tangkapan 2017,” ujar Sulis.

Bahkan, penyelundupan makin masif belakangan ini. Itu terbukti dengan adanya penangkapan dan penyitaan narkoba yang terjadi pada waktu yang berdekatan dan sebagian besar pelaku ialah warga negara asing asal Taiwan dan Tiongkok.


Perubahan kebijakan

LBH Masyarakat menyerukan momen Hari Antinarkotika Internasional dimanfaatkan pemerintah Indonesia untuk merenungkan kembali kebijakan perang terhadap narkotika yang dikobarkan beberapa tahun terakhir ini.

Analis kebijakan narkotika LBH Masyarakat, Yohan Misero, dalam keterangan tertulisnya menyebutkan publik tidak diedukasi mengentaskan problem kesehatan yang timbul akibat pemakai narkotika, tapi justru diajak untuk mengenyahkan teman-teman pemakai narkotika yang merupakan bagian dari masyarakat.

“Tanggal 26 Juni 2018 ini mestinya kita gunakan untuk mengecam keberadaan lebih dari 30 ribu pemakai narkotika yang mendekam di penjara, setidaknya sampai Mei lalu. Angka tersebut bisa jauh lebih besar lagi karena kacaunya regulasi pidana dalam persoalan narkotika, hal yang hanya akan bertambah kacau bila RKUHP jadi disahkan,” tandas Yohan. 

Berita Terkini

Read More

Poling

Minggu (17/3) digelar debat ketiga Pilpres 2019. Debat kali ini diikuti oleh Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan Sandiaga Salahudin Uno. Debat ini akan mengangkat tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan budaya. Menurut Anda siapa yang akan unggul dalam debat kali ini?





Berita Populer

Read More