Aparat Buru Penembak Warga Sipil di Kenyam

Penulis: Marcelinus Kelen Pada: Senin, 25 Jun 2018, 18:35 WIB Nusantara
Aparat Buru Penembak Warga Sipil di Kenyam

Ist

PANGDAM XVII/Cenderawasih Mayjen TNI George Supit menyatakan keprihatinannya atas insiden penembakan terhadap warga sipil yang dilakukan oleh kelompok kriminal sipil bersenjata (KKSB) di Kenyam, Papua, hingga menyebabkan tiga orang tewas.

"Kami sangat prihatin terhadap aksi penembakan yang dilakukan KKSB sehingga bersama Polri akan melakukan pengejaran," kata Pangdam di Jayapura, Senin (25/6).

Menurut Pangdam, penembakan itu tidak berperikemanusiaan.

"Kami tidak menduga KKSB menyerang warga sipil," kata Mayjen Supit seraya menambahkan bahwa pihaknya bersama polisi akan melakukan penguatan pengamanan untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat.

Secara keseluruhan kawasan pegunungan di Papua rawan terhadap gangguan KKSB, kata Pangdam, yang ditemui seusai mengikuti pertemuan dengan Kapolda Papua, Sekda Papua, KPU, dan Bawaslu Papua di Mapolda Papua di Jayapura.

Sekda Papua, Hery Dosinaen, secara terpisah juga menyatakan keprihatinannya atas insiden tersebut.

"Jangan mau terprovokasi dan mari bersama-sama menjaga keamanan sehingga pilgub dapat berlangsung aman," ujar Sekda Dosinaen.

Penembakan terhadap warga sipil di Kenyam yang terjadi Senin, bermula ketika KKSB menembak pesawat Twin Otter milik Trigana yang membawa aparat keamanan tergabung dalam pengamanan pilgub. Penembakan itu membuat pilot Kamil, 27, mengalami luka akibat terkena serpihan peluru di bagian punggung.

Sesaat setelah menembak pesawat, sempat terjadi kontak senjata antara KKSB dengan aparat keamanan dan kemudian KKSB menembak warga yang bermukim di sekitar Bandara Kenyam.

Tiga warga sipil tewas, yakni Hendrik Sattu Kola, Margareta Pollu, dan Zaenal Abidin, sedangkan satu korban lagi, Arjuna, 6, mengalami luka. (Ant/OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More