2.500 Personel Gabungan Amankan TPS di Bekasi

Penulis: Gana Buana Pada: Senin, 25 Jun 2018, 16:25 WIB Politik dan Hukum
2.500 Personel Gabungan Amankan TPS di Bekasi

ANTARA FOTO/Ampelsa

SEBANYAK 2.500 personel gabungan dari unsur TNI/Polri, Satpol PP, dan Linmas akan dikerahkan pada perhelatan Pemilihan Kepala Daerah Jawa Barat dan Kota Bekasi, Rabu (27/6). Personel gabungan ini akan bertugas mengamankan di seluruh Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang ada di Kota Bekasi.

"Pengerahan petugas bukan untuk menakut-nakuti, tapi agar masyarakat tahu, aparat hadir untuk memberikan kepastian keamanan saat kegiatan pungut suara nanti," kata Kapolres Metro Kota Bekasi, Kombes Pol Indarto, usai pelaksanaan apel di Alun-Alun Kota Bekasi, Jabar, Senin (25/6).

Indarto menjelaskan, ribuan personel ini disiagakan untuk mengamankan 3.030 TPS di 12 kecamatan Kota Bekasi. Kehadiran mereka berada di luar TPS untuk mengawasi kegiatan pencoblosan yang dilakukan warga.

"Hanya masuk TPS bila terjadi gangguan dan atas permintaan petugas pemungutan suara. Kita juga sudah petakan lokasi kerawanan," jelasnya.

Pj Wali Kota Bekasi Ruddy Gandakusumah mengharapkan, angka partisipasi pemilih mengalami peningkatan pada Pilkada kali ini. Mengingat sosialisasi yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi telah masif.

"Kita optimistis Pilkada bisa berlangsung aman dan lancar didukung aparat terkait dan tim desk Pilkada," ujar Ruddy.

Dari data yang dihimpun sebanyak 2.500 personel gabungan terdiri atas 965 personel Polres Metro Bekasi Kota, 200 personel dari Sabhara Polda Metro Jaya, dan Polres Jakarta Timur, serta Jakarta Pusat. Kemudian, 265 personel TNI dari Kodim 0507/Kota Bekasi termasuk dari Batalyon 202 dan Armed, dan 6000 personel pelindung masyarakat (Linmas). (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan berdasarkan pembicaraan dengan Google, raksasa internet itu akan berhenti menerima iklan politik jelang Pilpres 2019. Ini merupakan kebijakan pihak Google untuk tidak terlibat dalam ranah politik. Bagaimana menurut Anda kebijakan Google ini?





Berita Populer

Read More