Harga Pangan di Babel Tetap Aman dan Terkendali

Penulis: Rendy Ferdiansyah Pada: Senin, 25 Jun 2018, 13:15 WIB Nusantara
Harga Pangan di Babel Tetap Aman dan Terkendali

ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

BULAN suci Ramadan dan hari raya Idulfitri 1439 hijriah telah berlalu. Kerja keras berbagai pihak untuk menjaga stabilitas harga patut diapresiasi. Pasalnya tahun ini harga seluruh pangan di Provinsi Bangka Belitung (Babel) aman dan terkendali.

Kepala satgas pangan provinsi Bangka Belitung (Babel) Komisaris besar (Kombes) Mukti Juharsah mengatakan, keberhasilan pihaknya dalam menjaga stabilitas harga saat puasa dan lebaran berpengalaman dari tahun-tahun sebelumnya.

"Alhamdullilah, harga ayam, daging dan pangan lainya pada puasa lalu dan lebaran terjaga, tidak terjadi gejolak," kata Mukti usai menghadiri Video Confrence tentang anev Mudi lebaran dan satgas pangan serta pengamanan pilkada 2018 di Mapolda Babel, Senin (25/6).

"Tapi ini semua tak terlepas dari pembelajaran kita saat mengendalikan harga di tahun-tahun sebelumnya," ujarnya sembari menyebutkan selain peran Satgas Pangan, harga terkendali juga didukung peran pihak kementerian dan Pemerintah daerah.

Dengan begitu, ia mengaku pihaknya tidak berhenti sampai di situ saja dalam menjaga stabilitas pangan dan akan terus berlanjut. Apalagi menurut dia akibat harga terjaga, informasi dari Bank Indonesia (BI) Inflasi di Pangkalpinang pun ikut terkendali.

"Satgas pangan kan tidak bubar, berarti kita akan terus melakukan pengamanan untuk menjaga stabilitas harga ini. Ini semua untuk membantu masyarakat agar tidak terjadi gejolak," ungkap dia.

Untuk itu, dirinya kembali mengingatkan kepada seluruh distributor dan pedagang agar tidak main-main dengan stabilitas harga pangan. Sebab ia tidak akan pandang bulu untuk mengambil tindakan.

"Jangan coba-coba membuat masyarakat resah karena harga pangan, saya tidak segan-segan mengambil tindakan," ucap Mukti. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More