Godaan si Bebek Empuk di Alam Terbuka

Penulis: */M-3 Pada: Minggu, 24 Jun 2018, 02:20 WIB Weekend
Godaan si Bebek Empuk di Alam Terbuka

MI/FATHURROZAK

GEMERICIK air, hamparan hijau padi, dan udara dingin di kawasan Ciloto, Jawa Barat, semakin melengkapi harum aroma yang menguar dari dapur.

Bebek yang diolah menjadi tiga cara itu menggoda pengunjung yang bertandang ke restoran Bebek Tepi Sawah Ciloto. Restoran bebek khas Bali itu menghidangkan bebek dengan cara digoreng, bakar, dan yang tidak boleh dilewatkan betutu.

Tergoda dengan aromanya, akhirnya Media Indonesia mulai dengan mencicipi bebek goreng. Kesan pertama saat menggigit potongan bebek ialah renyah di luar, tetapi empuk di dalam. Seakan tidak ada minyak dan tidak merusak karakter daging bebek itu. Semua makin lengkap dengan sayur kacang bumbu kuning, yang berasal dari kunyit dan santan.

Namun, rasa berbeda ditawarkan untuk hidangan bebek bakar. Meski terlihat agak sedikit gosong, bagian luarnya tidak terlalu kering. Penyebabnya ialah bumbu yang diolesi di permukaan bebek membuatnya tetap lembut. Bebek bakar yang Media Indonesia kali ini cicipi yang diolesi dengan kecap, tapi ada juga bumbu bali.

Rasanya sedikit berminyak tetapi bumbu meresap merata hingga dalam daging bebek. Seperti bebek goreng, bebek bakar juga ditemani dengan sayur kacang bumbu kuning yang meningkatkan rasa bebek itu sendiri. Bagi Anda yang menyukai rasa autentik, bisa coba bebek betutu. Hidangan satu ini hadir dengan warna kuning dari kunyit dan bumbu khas Bali lainnya sehingga menciptakan nuansa daging yang berkuah. Namun, kuahnya tidak menggunakan santan ya. Sajian bebek betutu ini semakin lengkap dengan sayur taoge yang menyegarkan.


Bebek tua

Dari tiga sajian utama Bebek Tepi Sawah Ciloto ini, ada satu kesamaan, yakni tingkat kelembutan dagingnya yang mudah dikunyah. Rahasianya pada pemilihan bebek oleh sang juru masak Galuh Gandamana. Koki berusia 32 tahun itu memilih bebek Afkir, yang usianya di atas enam bulan dan sudah tidak bertelur lagi.

Meski bebek jenis ini memiliki kulit alot, justru ini akan menguntungkan saat proses pengolahan. “Kita kan masak dengan waktu yang lama, jadi ketika kulitnya alot, tidak akan menghancurkan tekstur daging. Berbeda dengan bebek muda, ketika kita masak dengan waktu lama, daging dan tulangnya bisa hancur,” ungkap Galuh saat ditemui di sela-sela melayani pengunjung, beberapa waktu lalu.

Saat mengolah bebek itu, Galuh tidak menggunakan teknik presto. Ia menggunakan teknik biasa dengan kuali, tapi mencari ketepatan waktu memasaknya. Untuk mengolah bebek betutu, Galuh
mengaku tidak seautentik di Bali.

Butuh waktu dua sampai tiga jam di atas kuali dengan api kecil, agar bumbu bisa meresap ke dalam daging bebek. Tidak semata olahan bebek, restoran yang terletak di kompleks Hotel Sahid Eminence, Jalan Hanjawar Nomor 19 Ciloto, Puncak, Cianjur ini akan menghadirkan menu khas Sunda. Seusai menyantap semua hidangan bebek itu, butuh sesuatu yang menyegarkan dahaga Anda. Coba segelas jus semangka, es lemon tea, atau jus jeruk yang segar.

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More