Agar Serang tak Diserang Hoaks

Penulis: Iis Zatnika Pada: Minggu, 24 Jun 2018, 00:20 WIB Weekend
Agar Serang tak Diserang Hoaks

Dok. Pribadi

SEMANGAT buat bergotong royong menangkal hoaks alias berita bohong yang mengalir deras di media sosial (medsos) itu dibangun di Aula Gedung Sekretariat Daerah (Setda) Kota Serang, Banten, dalam Deklarasi Antihoaks. Anakanak muda berjas biru dengan gambar lima bintang, simbol Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) meneguhkan komitmennya bersama para polisi berseragam cokelat.

Target utamanya, aneka informasi palsu yang dibuat dan disebarkan, sengaja maupun dipicu kurangnya pemahaman yang berpotensi merusak suasana Serang, juga Indonesia. Kapolres Serang, AKBP Komarudin, membentuk Satgas Cyber yang beranggotakan tim intel, tindak, dan sosialisasi sehingga kerja memantau, menindak, dan menyosialisasi bekerja sama kencangnya dengan hoaks yang senantiasa mengganda.

Semangat serupa juga dilakukan PMII, salah satunya Ketua PMII Serang, Rahman Adhori. Ada Tim Cyber yang kemudian dibentuk, beranggotakan sepuluh orang, memantau, dan menganalisis aneka informasi yang hilir mudik di medsos. Jika indikasi hoaks itu kuat, dibuat informasi buat meluruskan dan secepatnya juga disebarkan agar virus bohong itu tak terlanjur meracuni.

Kerja bareng itu kemudian menjadi rangkaian agenda, deklarasi itu berlanjut pada acara yang diselenggarakan PMII berkolaborasi dengan Polres. Dalam pertemuan tersebut, sedikitnya ada 1.000 peserta, dari organisasi pemuda, masyarakat, agama, aparat polisi, dan TNI.

“Komunikasi ini harus makin intens karena Banten akan melakukan empat pilkada yaitu pemilihan bupati di Lebak dan Tangerang serta walikota di Tangerang dan Serang,” ujar Komarudin.


Jangan kalah kendur

Kerja melawan hoaks, pencegahan maupun penindakan itu, kata Rahman, memang enggak boleh kendur dilakukan karena hoaks pun tak berhenti diproduksi. Anak muda, juga para aktivis, mesti ikut turun tangan karena sebagian besar pemilik akun medsos itu pun mereka. Pun, mereka mestinya punya peran penting, karena akses terhadap pemahaman bermedsos yang baik.

Kerja Tim Cyber PMII itu pun disebarkan dalam Facebook dan Twitter Pengurus Cabang PMII Kota Serang, pun website yang tengah disiapkan dengan melakukan pelatihan penulisan.

“Karena soal hoaks ini di Serang sudah memakan korban, ketika isu soal PKI mengemuka, diikuti berita tentang penyerangan pada tokoh agama, ada beberapa anggota masyarakat yang menderita sakit jiwa yang kemudian jadi korban,” ujar Rahman.


Panas di pusat

Kendati kerja bareng melawan hoaks, terutama menjelang pemilihan kepala daerah hingga presiden pada 2019 mendatang, keduanya sepakat kalau panasnya informasi politik yang kerap bersentuhan dengan SARA itu, lebih banyak berputar pada isu nasional.

Sementara itu, pemilihan walikota Serang tak banyak menyulut panasnya situasi politik lokal. Kabar baik lainnya, bahkan pada Kamis (14/6), usai salat Idul Fitri, polisi, tentara, dan perwakilan umat beragama lain di Serang bergotong royong membagikan kertas buat alat salat, kantung penyimpan sandal, hingga penganan.

Aksi menebas hoaks, dan kolaborasi antarelemen, membuat Serang adem jelang Pilkada, semuanya dirintis dari Polres hingga kampus. (*/M-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan berdasarkan pembicaraan dengan Google, raksasa internet itu akan berhenti menerima iklan politik jelang Pilpres 2019. Ini merupakan kebijakan pihak Google untuk tidak terlibat dalam ranah politik. Bagaimana menurut Anda kebijakan Google ini?





Berita Populer

Read More