Pesantren yang Banyak Pembelajaran

Penulis: Suryani Wandari Pada: Sabtu, 23 Jun 2018, 23:00 WIB Weekend
Pesantren yang Banyak Pembelajaran

MI/Wandari

DUDUK bersama membentuk lingkaran, para peserta pesantren kilat ini serius menghafal Alquran. Namun, sobat, tak ada satu pun terlihat Alquran di sana, tak ada pula buku dan pensil untuk sarana menghafal mereka. Sebagai gantinya, mereka menggerakkan tangan.

Kadang jari membentuk sebuah lingkaran sebagai pertanda sebuah matahari atau kedua telunjuknya diarahkan ke atas sebagai pertanda Allah. Gerakan tangannya sesuai dengan yang mereka lafalkan.

Setiap selesai menghafalkan satu ayat, mereka berseru dengan senangnya. “Menghafal Alquran mudah, semudah tersenyum,” kata mereka. Wah pasti sobat Medi mau juga kan menghafal dengan cara mudah?  Yuk simak Medi.


Menghafal dengan gerakan

Sobat, di Ramadan lalu, sudah berapa banyak ayat Alquran yang kalian baca? Atau bahkan sobat Medi ini sedang menghafal Alquran ya? Kalau begitu sama seperti para peserta Pesantren Kilat 1439 H di Masjid Nursiah Daud Paloh nih. Pesantren yang diselenggarakan untuk anak karyawan Media Group ini berlangsung seharian penuh selama dua hari pada Ramadan lalu, melakukan beberapa kegiatan menarik loh, salah satunya menghafal Alquran.

Dipandu Ustaz Azhari dan Ustazah Santi, para peserta ini menghafal menggunakan metode berbeda, yakni metode master yang disebut-sebut metode menghafal yang paling mudah. Hari itu mereka menghafal surah Ar-Rahman, surat ke-55 dalam Alquran yang terdiri atas 78 ayat. Ar-Rahmaan artinya (Allah) Yang Mahapemurah. “Surat ini menerangkan kemurahan Allah kepada hambahamba-Nya, yaitu dengan memberikan nikmat-nikmat yang tidak terhingga baik di dunia maupun di akhirat nanti,” kata
Kak Azhari.

Untuk belajar metode ini, kalian bisa juga belajar seperti yang diperagakan Kak Azhari dan Kak Santi nih. Misalnya pada ayat kedua yang berbunyi Allamalquran. Allamal artinya yang mengajarkan sehingga gerakannya mengacungkan jari telunjuk layaknya guru yang sedang mengajar kepada siswa, sedangkan Quran membuka kedua tangan layaknya Alquran.

Dalam metode ini, sobat Medi akan hafal 3 hal sekaligus loh yakni pelafalan Alquran, terjemahan, dan gerakannya. Ketiga ini nantinya saling melengkapi jika salah satu kata ada terlupa. Kalian bisa lo mencobanya di rumah.


Touring ke kantor

Tak lengkap rasanya datang ke kantor Media Group di Kedoya, Jakarta Barat, tanpa berkeliling ke kantor tempat ayah dan ibu mereka bekerja ya. Seusai salat Zuhur berjemaah, mereka pun menjelajah
kantor serta diberi pemahaman mengenai proses kerja jurnalistik baik cetak maupun elektronik.

“Prosesnya cukup panjang, selain liputan dan menulis tulisan oleh wartawan, nantinya tulisan akan diproses oleh editor, tim bahasa dan di layout oleh tim artistik,” kata Kak Iis, Redaktur Media Indonesia. Mereka pun berkunjung ke tempat percetakan koran yang beroperasi malam hari. Koran-koran ini akan didistribusikan pada dini hari ke beberapa tempat termasuk Sumatra, Kalimantan, hingga Papua.

Tak hanya itu, mereka masuk ke news room atau ruangan untuk menyiarkan berita dan studio untuk syuting beberapa acara televisi seperti, Kick Andy, loh. Wah seru kan sobat.


Memanah

Ada satu lagi kegiatan yang tak kalah seru nih sobat, ya memanah! Olahraga ini merupakan salah satu olahraga yang dianjurkan Rasulullah SAW. Memanah memiliki kaitan erat dengan peradaban Islam lo. Sekarang, mari kita coba!

Pertama, kalian harus mengetahui bagian-bagian panah, mulai handle (pegangan), arrow rest atau tempat anak panah, hingga sight atau tempat melihat sasaran untuk membidik. Baru kemudian kalian
bisa mencoba dengan posisi badan tegak menghadap samping.

Jika sudah, busur panah digenggam dengan tangan kiri dan dijajarkan searah baru, sedangkan tangan kanan memegang tali dengan buku jari tiga dan menyelipkan anak panah atau arrow di antara telunjuk dan jari tengah.

“Posisi tubuh masih sama, yang beda kepala menengok ke arah target. Tarik tali hingga mencapai hidung dan mulut. Arahkan sight pada titik kuning pada target dan lepaskan tali,” kata pelatih dari Anugerah Archery Class.

Di sini semua orang berlomba mendapatkan skor tertinggi lo sobat. Ada 3 kesempatan dalam satu kali giliran memanah. Lingkaran paling tengah memiliki skor paling tinggi, yakni 10, sedangkan lingkaran kuning kedua bernilai 9 dan seterusnya. “Aku enggak nyangka bisa menang jadi peserta terbaik panahan. Itu memang agak berat sih tapi lama-kelamaan mudah kok. Panahnya berhasil ke target kuning dua kali dan lainnya merah,” kata Fadhlah Benzema Isyraq, kelas 4 SDIT Darul Abidin Depok.

Nah seru kan sobat, yang penting setelah Ramadan yang selalu diisi dengan kegiatan-kegiatan positif ya, seperti baca Alquran atau ikut pesantren kilat, kepribadian kita harus lebih baik. (M-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More