Iklan Berkonsep Mulai Dilirik

Penulis: Rizky Noor Alam Pada: Sabtu, 23 Jun 2018, 04:40 WIB Teknopolis
Iklan Berkonsep Mulai Dilirik

youtube

BELAKANGAN iklan-iklan yang bermunculan di dunia digital Indonesia mulai tampil beda. Iklan yang disajikan lebih berkonsep. Menurut pengamat strategi digital, Tuhu Nugraha, ada dua alasan mulai populernya video-video iklan digital di Indonesia.

"Pertama karena secara infrastruktur sudah mulai kuat dan menurut penelitian Youtube adalah social media nomor 1 yang paling dipakai di Indonesia, lalu pelaku-pelaku industri kreatif sudah mulai ke arah sana. Kalau iklan TV, kan, sangat hard selling, kalau digital iklan tidak bisa terlalu hard selling. Kalau di TV orang dipaksa untuk menonton, sementara di dunia digital tidak seperti itu, orang harus dihibur dan itu kunci utama," ungkap Tuhu saat dihubungi Media Indonesia, Jumat (8/6).

Alasan kedua ialah generasi digital menyukai konten yang menghibur. Alasan itu yang memicu munculnya iklan-iklan yang nyeleneh, karena memang masyarakat menyukainya.

"Walaupun terkesan norak, tapi akan mudah diingat dan kemudian orang akan membagikan video iklan itu," imbuhnya.

Namun, iklan di Indonesia masih tertinggal dengan Thailand. Thailand, lanjut Tuhu, sudah lama memiliki ragam iklan yang unik dan terkonsep.

"Keterlambatan ini pertama karena industri di Indonesia kekurangan tenaga yang kreatif, tapi bukan pada bidang visualnya. Si pembuat konsep atau copywriter-nya karena membuat script yang bagus itu susah. Di sisi lain, keterlambatan juga dipengaruhi oleh brand, beberapa tahun yang lalu brand masih belum siap dengan iklan berkonsep (soft selling) dan masih ingin hard selling, dan sekarang mereka melihat banyak iklan-iklan nyeleneh yang ternyata lebih laku," lanjutnya.

Meski video iklan berkonsep tengah populer, tapi belum mengalahkan popularitas iklan di TV. Bukan berarti tidak mampu menggeser iklan TV.

"Mungkin dalam jangka waktu 5-10 tahun ke depan (bisa menggerus iklan TV), tapi kalau dalam waktu dekat belum, karena pengaruh TV untuk brand awareness masih kuat. Kedua adalah orang-orang sales merasa kalau belum masuk TV, maka brand-nya dirasa kurang maksimal, serta sebuah produk kalau memiliki TVC (TV Commercial) dianggap lebih prestis, akan dianggap lebih kredibel kalau masuk TV. Itu masih relevan karena TV jangkauannya masih luas. Tapi ke depannya ketika para millenials pada 10 tahun mendatang saat sudah menjadi populasi yang dominan, maka TV bisa berkurang karena sekarang sudah mulai shifting," pungkas Tuhu.

 

Peringkat

Salah satu platform yang menarik bagi pengiklan ialah Youtube. Pertengahan tahun ini Google merilis iklan-iklan yang populer di Indonesia selama 2017 (lihat grafis).

"Berdasarkan survei yang dilakukan Google Indonesia bersama dengan lembaga riset Kantar, popularitas Youtube bukan hanya di perkotaan saja, melainkan juga di daerah, atau kota-kota kecil. Mereka (pengiklan) punya variasi lebih besar bagaimana meng-engage dengan komunitas, mau sekadar iklan biasa atau berkolaborasi dengan youtuber," ungkap Head of Marketing Google Indonesia, Veronica Utami.

Veronica juga mengungkapkan pertumbuhan youtuber di Indonesia meningkat dua kali lipat dari tahun lalu. Pada 2018 jumlah peraih status Gold Button bertambah sebanyak 10 channel sehingga jumlah channel yang subscriber-nya lebih dari 1 juta sekarang menjadi 38 channel, dari hanya 2 channel pada 2016.

Veronica juga mengungkapkan ada empat tema yang dilakukan pembuat konten iklan (lihat grafis). Mengacu pada empat tema itu, brand bereksperimen untuk menemukan gaya yang tepat menyampaikan pesan mereka. "Kami melihat adanya pertumbuhan jumlah kreator yang pesat di Indonesia. Orang Indonesia tidak hanya melihat konten internasional di Youtube, namun mereka begitu bangga dengan kreator lokal yang mampu berinteraksi dengan mereka dalam bahasa yang mudah dipahami dan sesuai dengan mereka," imbuh Veronica.   (M-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More