Pelaku Jasa Usaha Wisata di Bali Genjot Kunjungan

Penulis: OL/N-2 Pada: Sabtu, 23 Jun 2018, 00:40 WIB Nusantara
Pelaku Jasa Usaha Wisata di Bali Genjot Kunjungan

Ist

PARA pemangku kepentingan dalam bidang pariwisata akan bertemu pada acara Bali & Beyond Travel Fair 2018, yang akan berlangsung di Nusa Dua Convention Center, 26-30 Juni. Tahun ini, tema yang diangkat ialah Exploring the colours of Indonesia.

Dialog dan atraksi budaya akan mewarnai pameran tour dan travel internasional yang dihadiri para pembeli dan penjual bisnis kepariwisataan. "Ini adalah tahun ke-5 penyelenggaraan BBTF. Acara ini telah menaikkan posisi Indonesia di mata dunia," kata Menteri Pariwisata, Arief Yahya, di Denpasar, kemarin.

Ketua BBTF Ketut Ardana menambahkan, tahun ini sudah ada 225 buyers dari 48 negara yang akan berpartisipasi. Sementara itu, jumlah sellers mencapai 230 negara, termasuk tiga negara yang baru berpartisipasi, yakni Thailand, Vietna, dan Uni Emirat Arab.

"Kami juga mendapat dukungan dari 33 media internasional, 21 media nasional dan 40 industri. Dalam BBTF, kami mengundang sejumlah tokoh dan pakar untuk berbicara soal peluang, tren, dan wawasan industri pariwisata," tutur Ardhana.

Dalam BBTF 2018, DPD Asita Bali sebagai penyelenggara, juga menggandeng Pemerintah Kabupaten Badung. "Kami mengalokasikan anggaran Rp7 miliar untuk mendukung penyelenggaraan dan promosi. Kegiatan ini akan sangat bermanfaat bagi Badung," ungkap Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung, I Made Badra.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Pariwisata mengungkapkan pertumbuhan pariwisata Indonesia sudah mencatatkan diri sebagai salah satu negara yang terbaik. Bahkan, pariwisata Indonesia menjadi satu dari 20 negara yang paling cepat tingkat perkembangan pariwisatanya.

"Pemerintahan Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla berkomitmen mengembangkan industri pariwisata. Pariwisata telah ditetapkan sebagai sektor yang terkemuka untuk bangsa," lanjut Arief Yahya.

Tahun ini, lanjutnya, ada tiga fokus utama yang akan diprogramkan Kementerian Pariwisata, yakni pariwisata digital, mengembangkan program home stay desa wisata dan menciptakan aksesibilitas perjalanan udara yang lebih besar. "Dengan berfokus pada aspek-aspek ini, kita akan memiliki pengaruh untuk meningkatkan kompetisi dengan negara lain. Kita menanggapi secara positif pertumbuhan ekonomi kreatif dan pariwisata modern."

Berita Terkini

Read More

Poling

MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan berdasarkan pembicaraan dengan Google, raksasa internet itu akan berhenti menerima iklan politik jelang Pilpres 2019. Ini merupakan kebijakan pihak Google untuk tidak terlibat dalam ranah politik. Bagaimana menurut Anda kebijakan Google ini?





Berita Populer

Read More