Paslon 1 dan 3 Diprediksi Bersaing Ketat di Pilkada Sulsel

Penulis: RO/Micom Pada: Jumat, 22 Jun 2018, 20:08 WIB Politik dan Hukum
Paslon 1 dan 3 Diprediksi Bersaing Ketat di Pilkada Sulsel

Ilustrasi

KURANG dari dua minggu ke depan pemilihan kepala daerah Indo Riset Konsultan belum lama ini telah melakukan survei di Sulawesi Selatan. Pertarungan akan semakin sengit terutama antara pasangan calon nomor satu dan nomor tiga.

Hal itu disampaikan oleh irektur Program Indo Riset, Bawono Kumoro, hari ini. "Dengan melihat tingkat elektabilitas para pasangan calon, pilkada Sulawesi Selatan akan menjadi arena pertarungan antara pasangan calon NH-Aziz dan Nurdin Abdullah-Sudirman Sulaiman. Jarak elektabilitas antara kedua pasangan calon tersebut cukup ketat 4.9%. Namun, NH-Aziz dapat dikatakan sedikit berada di atas angin karena jarak tersebut berada di luar margin of error survei 3,24%" ujar Bawono.

Dari tingkat elektabilitas pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Selatan menggunakan simulasi kertas suara, Nurdin Halid-Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar memperoleh tingkat elektabilitas tertinggi sebesar 32,3%. Kemudian disusul secara berturut-turut oleh pasangan calon Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (27,4%), Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (18,8%), dan Agus Arifin Nu’mang-Tanribali Lamo (9,2%). Sedangkan responden menjawab tidak tahu/tidak jawab sebesar 12,4%.

Survei ini juga mengungkap sejumlah hal mempengaruhi pemilih dalam menjatuhkan pilihan. Para pemilih pasangan calon Nurdin Halid-Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar menjadikan alasan suka dengan partai pendukung pasangan calon (61,1%), latar belakang pasangan calon saling melengkapi (42,8%), suka kepribadian pasangan calon (37,9%), dan visi misi pasangan calon (34,8%) sebagai empat hal paling mempengaruhi mereka dalam memilih pasangan calon nomor urut satu tersebut.

Sedangkan para pemilih pasangan calon Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman menjadikan alasan rekam jejak pasangan calon (42,8%) sebagai hal paling mempengaruhi mereka dalam memilih pasangan calon nomor urut tiga tersebut.

Mengenai hal ini Direktur Eksekutif Indo Riset Indria Samego berpadangan meskipun dalam kontestasi pilkada ketokohan seorang calon penting, tetapi bukan berarti partai politik pendukung calon tidak menjadi pertimbangan sama sekali bagi para pemilih dalam menjatuhkan pilihan mereka. Provinsi Jawa Tengah dan Sulawesi Selatan menjadi contoh terbaik bagi hal tersebut.

Di provinsi Jawa Tengah notabene kandang Banteng tentu calon yang diusung oleh PDI Perjuangan akan sangat dipertimbangkan oleh para pemilih di sana. Begitu juga di provinsi Sulawesi Selatan sebagai salah satu basis politik utama Partai Golkar.

"Dalam kontestasi pilkada ketokohan dari seorang calon memang penting. Namun, hal itu tidak mutlak menjamin kemenangan. Apalagi pemilihan gubernur tidak cukup dengan bermodalkan basis dukungan di satu atau dua kabupaten/kota saja. Jaringan dan komunikasi politik dengan publik secara lebih luas juga memainkan peran krusial. Dalam hal itu pasangan calon NH-Aziz lebih baik dibandingkan dengan pasangan-pasangan calon lain" kata Indria.

Survei ini dilakukan pada 30 Mei – 7 Juni 2018 melalui wawancara tatap muka menggunakan kuesioner. Jumlah sample sebesar 1.000 responden tersebar secara proporsional di seluruh kabupaten dan kota di provinsi Sulawesi Selatan. Namun, data valid untuk dianalisis sebesar 914 responden. Dengan demikian survei ini memiliki margin of error sebesar +/- 3,24% dengan tingkat kepercayaan 95%. Penarikan sample dilakukan secara acak menggunakan metode multistage random sampling. Penarikan sample mempertimbangkan jumlah sample dengan jumlah pemilih di setiap kabupaten/kota dan memperhatikan karakter desa/kota. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More