Uji Coba Lawan Korsel, Timnas Petakan Kekuatan Juara Bertahan

Penulis: Nurul Fadillah Pada: Jumat, 22 Jun 2018, 20:06 WIB Olahraga
Uji Coba Lawan Korsel, Timnas Petakan Kekuatan Juara Bertahan

MI/Pius Erlangga

AJANG uji coba antara tim nasional Indonesia U-23 melawan Korea Selatan, Sabtu (24/6) mendatang sekaligus menjadi ajang pemantauan kekuatan bagi kedua tim di Asian Games 2018. Korea Selatan selaku tim tamu tentu ingin mengetahui sejauh mana kekuatan tuan rumah Indonesia menjelang perhelatan pesta olahraga terbesar di Asia yang bergulir 18 Agustus- 2 September mendatang tersebut.

Pada ajang Asian Games 2014 lalu, Korsel berhasil meraih emas di cabang sepak bola pasca mengalahkan Korea Utara 1-0 pada laga final di Stadion Munhak, Incheon. Karena itu, Jang Yunho dan kawan-kawan tentu membawa misi pribadi yang berguna bagi mereka untuk mempertahankan gelar juara di Asian Games nanti.

Sementara itu, uji coba melawan Korsel juga memberikan keuntungan bagi skuat Garuda. Tidak hanya mengetahui sejauh mana kekuatan timnas, melalui duel kali ini, skuat Garuda juga berkesempatan membaca kekuatan lawan dan mengenal gaya para pemain yang kemungkinan bakal tanding di Asian Games nanti.

Hal ini sangat berguna bagi skuat asuhan Luis Milla agar dapat mengatur strategi terbaik dalam menghadapi sang juara bertahan di sisa waktu yang ada. Pasalnya, di Asian Games kali ini Milla diberikan tugas yang berat untuk mengantarkan timnas U-23 Indonesia minimal mencapai perempat final.

"Korea Selatan adalah lawan diatas kita karena mereka adalah juara bertahan dan mereka sudah persiapan serius sejak tanggal 13 lalu sudah ada di Indonesia. Tapi kita juga terus mematangkan persiapan, di waktu yang tersisa dua bulan lagi seluruh tim sudah serius untuk Asian Games, Korea Selatan adalah tim yang sangat kuat sehingga ini menjadi bagian untuk mengukur kekuatan tim sebelum Agustus," ujar Endri Irawan, Manajer Timnas U-23 Indonesia saat konferensi pers pra pertandingan di Sentul, Jumat (22/6)

Dibandingkan Korea Selatan, skuat Garuda hanya memiliki tiga hari masa persiapan menjelang laga uji coba. Milla pun sudah mempersiapkan 23 pemain dimana 80% di antaranya akan mengisi tim inti skuat Garuda di Asian Games.

Asisten pelatih Bima Sakti mengatakan, tak ada target khusus di laga kali ini selain tampil semaksimal mungkin. Pasalnya, laga kali ini juga termasuk dalam proses seleksi tim inti khususnya bagi para pemain senior.

Skuat Garuda sudah harus menyerahkan nama-nama pemain sebelum entry by name berakhir pada 30 Juni mendatang.

"Keberuntungan bagi kami bis amelawan timnas Korea yang merupakan salah satu kekuatan tim di Asia, tadi malam kita sudah melihat bagaimana mereka melawan Persija dan besok para pemain harus bisa lebih konsentrasi dan kerja keras lagi. Sebetulnya mereka tidak jauh berbeda dengan Indonesia dengan formasi 4-3-3," ujar Bima.

"Seperti tim Eropa, organisasi menyerang dan bertahan mereka sangat terorganisasi dengan bagus, tetapi kita sudah mengantisipasi saat menyerang dan serangan balik mereka selalu ke depan. Nomor 2 Kapten tim bagus itu harus kita waspadai, kita juga akan saling bahu membahu di lini tengah," lanjutnya.

Dilanda cedera

Di sisi lain, menjelang pertandingan, balada cedera justru melanda timnas Korsel. Pelatih Korea Selatan, Kim Hak Bum mengatakan, menjaga kondisi fisik pemain menjadi fokus utama mereka menjelang Asian Games.

Karena itu, Hak Bum berharap dari 25 pemain yang ia bawa tak akan ada lagi yang cedera.

"Banyak pemain yang cedera besok saya berharap pertandingan bisa berjalan fairplay dan tidak ada pemain lain yang cedera setelah ini. Ini menjadi pengalaman terbaik ketika kami datang dan kami tahu bagaimana persiapan kami untuk ke Asian Games meskipun kami belum menentukan siapa pemain yang akan berlaga di Asian Games, tetapi kami akan tampil baik kalau bisa melawan Indonesia," pungkasnya. (OL-5)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More