Wapres Bersyukur Mudik Tahun Ini Lancar

Penulis: Dero Iqbal Mahendra Pada: Kamis, 21 Jun 2018, 18:56 WIB Humaniora
Wapres Bersyukur Mudik Tahun Ini Lancar

MI/RAMDANI

WAKIL Presiden Jusuf Kalla dalam evaluasi pelaksanaan mudik tahun ini menilai berjalan dengan baik dan lancar. Hal tersebut menurutnya karena adanya dua faktor, yakni libur yang lebih panjang dan juga dukungan dari infrastruktur untuk kelancaran mudik.

"Pertama itu waktu liburan (cukup) panjang sehingga yang mudik memiliki kesempatan. Kedua infrastruktur kita sudah lebih baik jadi tidak ada kemacetan yang parah. Macet sedikit -sedikit wajar, hari biasa pun macet, tetapi tidak parah," terang Jusuf Kalla di Jakarta, Kamis (21/6).

Dirinya juga mengaku bersyukur adanya penurunan drastis dari angka kecelakaan yang memakan korban meninggal. Untuk itu dirinya mengapresiasi semua pihak, polisi, perhubungan dan juga pihak yang membuat infrastruktur.

Jusuf Kalla ketika membandingkan pelaksanaan mudik dengan tahun lalu merasa bahwa pelaksanaan mudik tahun ini jauh lebih baik dari tahun tahun sebelumnya. Terlebih dua tahun lalu terjadi pristiwa kemacetan parah di Brexit.

Meski begitu Wapres juga tetap menyoroti adanya sejumlah kecelakaan yang terjadi ketika mudik, misalnya saja kecelakaan kapal di Danau Toba beberapa hari yang lalu. Dirinya menilai kecelakaan tersebut perlu dilihat secara lebih detail, apakah karena faktor kelayakan kapal, faktir cuaca atau faktor kesalahan manusia, atau bisa gabungan dari semuanya.

Untuk itu menurutnya sebaiknya semua pihak menunggu hasil investigasi dari KNKT dalam mencari letak kesalahan dari kecelakaan tersebut. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More