Warga Kristen Diminta Tolak Politik Uang di Pilkada

Penulis: M. Taufan SP Bustan Pada: Kamis, 21 Jun 2018, 18:18 WIB Politik dan Hukum
Warga Kristen Diminta Tolak Politik Uang di Pilkada

Ilustrasi

PERSEKUTUAN Gereja-gereja Indonesia (PGI) mengimbau agar seluruh jemaatnya turut berpartisipasi pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan digelar secara serentak 27 Juni mendatang.

Ketua Umum PGI Pdt Henriette Tabita Lebang mengaku, dalam imbauan itu, PGI juga meminta kepada seluruh jemaat yang ada untuk berpartisipasi dengan tetap mengedepankan kejujuran dan ketulusan hati untuk memilih pasangan calon bupati, walikota, dan gubernur di daerahnya masing-masing.

“Utamakan kejujuran dan ketulusan hati kalian dalam memberikan hak suara,” pesannya saat bertemu dengan sejumlah jurnalis di kantor PGI, Salemba Raya, Senen, Jakarta Pusat, Kamis (21/6).

Henriette menambahkan, dalam Alkitab sangat jelas disebutkan bahwa pengikut Tuhan Yesus Kristus harus jujur dan berhati muliah. Terlebih lanjutnya, jemaat itu tidak menerima suap (politik uang) dalam bentuk apapun.

“Kalau hatinya tidak muliah dan bohong terlebih dia menerima suap, akan menyalahi kebenaran dan pastinya akan menyesatkan seluruh umat,” ungkapnya.

Oleh karena itu, PGI mengimbau agar seluruh jemaat tidak menerima suap dari pasangan calon mana pun, sekali itu ditawarkan oleh pasangan calon tertentu.

“Kalau cara-cara seperti itu dilakukan, bisa saja pasangan calon yang belum tentu terbaik menang. Makanya seluruh umat harus benar-benar jujur dalam memilih,” tandas Henriette. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More