Tantangan Berat Menanti Tunggal Putri

Penulis: (Rul/R-2) Pada: Rabu, 20 Jun 2018, 04:00 WIB Olahraga
Tantangan Berat Menanti Tunggal Putri

ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

TIM bulu tangkis Indonesia akan menghadapi Indonesia Terbuka 2018 di Istora Senayan, Jakarta, pada 3 sampai 8 Juni mendatang. Pada turnamen level premier of premier tersebut, sektor tunggal putri mendapat tantangan berat sejak babak awal pertandingan.

Meski demikian, Fitriani dan kolega diharapkan bisa menampilkan performa maksimal dan bekerja keras untuk membuat kejutan bagi Indonesia. Hal itu diungkapkan pelatih tunggal putri Minarti Timur kepada Media Indonesia, Selasa (19/6).

“Karena levelnya premier of premier, tak ada kualifikasi lagi dan yang turun semua itu rata-rata peringkat 32 besar dunia. Pemain kita peringkatnya masih di papan bawah sehingga memang cukup susah untuk bersaing. Namun, saya minta mereka tetap berjuang mati-matian karena kita tuan rumah,” ujar Minarti.

Berdasarkan undian yang dirilis Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) pada 12 Juni lalu, Indonesia hanya bisa menurunkan tiga atlet di sektor tunggal putri. Mereka ialah Gregoria Mariska Tunjung, Fitriani, dan Dinar Dyah Ayustine.

Sayangnya, di babak pertama, Fitriani akan langsung berjumpa dengan unggulan keempat asal Thailand, Ratchanok Intanon. Berdasarkan rekor head to head kedua pemain, Fitriani tak pernah menang di empat pertemuan terakhir.

Meskipun ia beruntung dan memenangi pertandingan, situasi tetap tak menguntungkan bagi Indonesia. Pasalnya, di babak kedua, Fitriani bisa saja berhadapan dengan Gregoria Mariska Tunjung jika Gregoria mengalahkan Lee Chia Hsin (Taiwan).

Nasib Dinar juga kurang beruntung. Jika melewati Saina Nehwal (India) di babak pertama, Dinar akan menghadapi atlet Tiongkok, Chen Yufei, unggulan kelima.

Meski demikian, Minarti tetap optimistis anak-anaknya mampu melangkah lebih jauh. “Saya berharap Gregoria bisa membuat kejutan karena di Piala Uber dia yang paling bisa tampil. Dia bisa menang terus di Uber. Saya sih penginnya dia bisa, ya, soalnya beberapa kali juga dia bisa memenangi pertandingan dengan pemain yang levelnya lebih tinggi,” pungkasnya. (Rul/R-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More