LS Korsel dan Artha Metal Bangun Pabrik Kabel

Penulis: (E-1) Pada: Rabu, 20 Jun 2018, 02:00 WIB Ekonomi
LS Korsel dan Artha Metal Bangun Pabrik Kabel

Ist

DUTA Besar Indonesia untuk Korea Selatan, Umar Hadi, menyambut gembira kesepakat­an kerja sama antara perusahaan Korsel LS Cable & System dan perusahaan Indonesia PT Artha Metal Sinergi yang akan membangun pab­rik kabel listrik di Karawang Barat, Jawa Barat.

“Keputusan pendirian pabrik di atas areal seluas 64.000 meter persegi dengan nilai US$50 juta di kawas­an Artha Hill itu sangat tepat,” kata Umar Hadi seperti dikutip dari Antara saat menyaksikan penandatanganan perjanjian kerja sama antara LS Cable & System dengan PT Artha Metal Sinergi di KBRI Seoul, Senin (18/6) .

Duta besar berharap rencana pendirian pabrik kabel ini dapat memenuhi target pemerintah dalam mendistribusikan tenaga listrik yang memadai di seluruh pelosok Nusantara dan target tersebut semakin mudah direalisasikan.

“Saya menyebut Indonesia dalam formula 3 + 2. Tiga hal utama yang menjadikan Indonesia tempat terbaik ialah besarnya pasar, akses dan ketersediaan bahan mentah, serta jumlah angkatan kerja yang berlimpah. Selain itu, dua elemen pendorongnya ialah pemerintah Indonesia yang probisnis serta Indonesia juga merupakan negara yang aman,” kata Dubes Umar sembari mengutip rilis pekan ini oleh Gallup Report, lembaga jajak pendapat internasional yang bermarkas di Swiss, yang menempatkan Indonesia sebagai 10 besar negara teraman di dunia.

Pabrik tersebut siap beroperasi pada akhir tahun 2019 dan ditargetkan menghasilkan penjualan sebesar US$100 juta pada  2025.

Hadir saat penandatangan­an kesepakatan joint venture ialah Presiden Direktur PT Artha Metal Sinergi Felix Efendi, Artha Graha Network Panji Yudha Winata serta mitra dari Korea, yaitu CEO dan CSO LS Cable & System Ltd Myun Roe-hyun dan Ju Wansoeb.

Turut menjadi saksi dalam penandatangan­an ialah Direktur Indonesia Investment Promotion Centre di Seoul Imam Soejoedi.

CEO LS C&S CEO, Myun Roe-hyun, mengatakan Indonesia ialah salah satu negara dengan perkembangan tercepat di dunia yang telah menjadi pasar menarik yang mendapatkan momentumnya saat kunjungan Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in, ke Indonesia pada akhir November tahun  lalu. (E-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan berdasarkan pembicaraan dengan Google, raksasa internet itu akan berhenti menerima iklan politik jelang Pilpres 2019. Ini merupakan kebijakan pihak Google untuk tidak terlibat dalam ranah politik. Bagaimana menurut Anda kebijakan Google ini?





Berita Populer

Read More