Ditunda, Penerapan Tarif Integrasi Tol JORR Minim Sosialisasi

Penulis: Akmal Fauzi Pada: Selasa, 19 Jun 2018, 19:26 WIB Megapolitan
Ditunda, Penerapan Tarif Integrasi Tol JORR Minim Sosialisasi

MI/RAMDANI

PENERAPAN integrasi tarif jalan tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) sebesar Rp15 ribu kembali ditunda dari rencana pada 20 Juni 2018 hingga batas waktu yang belum ditentukan. Rencana itu pun sudah dua kali ditunda dari waktu penerapan sebelumnya yakni pada 13 Juni 2018.

Menanggapi hal tersebut, beberapa pengguna menilai kebijakan tersebut dirasakan simpang siur oleh masyarakat. Alinika, 28, pengguna tol tersebut mengatakan, kebijakan itu kurang sosialisasi.

Ia mengaku baru mengetahui rencana penerapan tarif terintegrasi itu kemarin. Dia belum paham tentang sistem integrasi tersebut, apalagi ada aturan beberapa gerbang tol yang dihapus atau tidak ditarik transaksi. Belum lagi memahami ssitem integrasi yang dimaksud, ternyata rencana itu ditunda.

"Saya baru tau kalau (gerbang) Meruya itu dihapus. Saya biasanya kan kalau ke Cengkareng dua kali transaksi satu di Cileduk, dan Meruya. Awalnya tahu naik Rp15 ribu, jadi harus bayar Rp30 ribu mahal banget. Ternyata Meruya dihapus jadi bayar Rp15 ribu saja," ujarnya.

Ia biasanya harus membayar dua kali di Cileduk dan Meruya masing-masing Rp9500. Jika gerbang Meruya dihapus artinya ia hemat Rp4000, lantaran hanya bayar Rp15 ribu. "Kurang sosialisasi aja. Jangan sampai timbul persepsi yang beda," ujarnya.

Pengguna lainnya mengatakan pemerintah penundaan itu merupakan bentuk ketidaksiapan pemerintah ihwal kebijakan tarif integrasi tersebut.

"Menurut saya jangan diterapkan dulu kalau belum siap. Apalagi banyak penolakan," kata Yusuf, 31, salah satu pengguna jalan tol.

Ia mengaku keberatan dengan kebijakan tersebut apalagi bagii pengguna jarak dekat. "Saya sehari bisa beberapa kali masuk (tol) JORR jarak pendek. Kalau disamakan tarifnya ya justru berat," ujarnya.

Dengan penerapan integrasi sistem transaksi, lima gerbang tol akan dihilangkan yaitu GT Meruya Utama, GT Meruya Utama 1, GT Semper Utama, GT Rorotan, dan GT Pondok Ranji sayap arah Bintaro. Sistem tersebut diharapkan mengurangi kemacetan di tengah ruas Tol JORR. (OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan berdasarkan pembicaraan dengan Google, raksasa internet itu akan berhenti menerima iklan politik jelang Pilpres 2019. Ini merupakan kebijakan pihak Google untuk tidak terlibat dalam ranah politik. Bagaimana menurut Anda kebijakan Google ini?





Berita Populer

Read More