Transportasi Publik Makin Baik, Pemudik Kendaraan Pribadi Berkurang

Penulis: Andhika Prasetyo Pada: Selasa, 19 Jun 2018, 19:13 WIB Ekonomi
Transportasi Publik Makin Baik, Pemudik Kendaraan Pribadi Berkurang

ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

MENTERI Perhubungan Budi Karya Sumadi menilai peran transportasi umum dalam pelaksanaan arus mudik Lebaran tahun ini sudah cukup baik.

Hal tersebut tergambar dalam jumlah pemudik yang menggunakan moda transportasi bus antarkota antarprovinsi yang meningkat hingga 20% pada tahun ini.

Budi mengungkaokan peningkatan jumlah pengguna bus terjadi karena terminal-terminal serta armada-armada bus terus melakukan perbaikan baik dari segi pelayanan dan sarana serta prasarana.

Hal itu tentu menjadi magnet bagi masyarakat untuk tetap menggunakan moda transportasi tersebut.

Klaim peningkatan jumlah pengguna bus pada tahun ini juga dikuatkan dengan data yang menunjukkan bahwa kendaraan yang keluar Jakarta pada periode H-8 hingga H+2 hanya sebesar 1.741.219 unit.

Angka tersebut lebih rendah 26% dari tahun sebelumnya. Kala itu, total kendaraan yang keluar Jakarta mencapai 2.377.849 unit.

Penurunan itu terjadi karena masyarakat kini lebih memilih moda transportasi umum seperti bus, pesawat terbang dan kereta api. Program mudik gratis yang diselenggarakan pemeritah, swasta dan pihak-pihak lainnya juga diyakini berkontribusi dalam berkurangnya pemudik dengan kendaraan pribadi.

Ia meyakini pengguna transportasi umum terutama bus dapat terus meningkat setiap tahunnya jika seluruh pihak terkait terus berbenah meningkatkan pelayanan.

Salah satunya ialah sistem pembelian tiket. "Kenyamanan penumpang bus harus dimulai dari cara penumpang mendapatkan tiket. Kami akan pastikan, ke depannya, tiket bus antarkota antarprovinsi dapat dilakukan secara daring," ujar Budi di Jakarta, Selasa (19/6).

Sistem tiket daring sangat diperlukan untuk mencegah praktik calo yang marak terjadi pada musim mudik, serta kenaikkan harga tiket yang tidak seragam sehingga membuat masyarakat tidak memiliki kepastian. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More