Sidak di Soekarno-Hatta, Ombudsman Sebut Polri Ketinggalan Zaman

Penulis: M Taufan SP Bustan Pada: Selasa, 19 Jun 2018, 18:55 WIB Megapolitan
Sidak di Soekarno-Hatta, Ombudsman Sebut Polri Ketinggalan Zaman

MI/ROMMY PUJIANTO

OMBUDSMAN RI melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tanggerang, Banten, Selasa (19/6). Dalam sidaknya, Ombudsman mengkritik cara penjagaan pihak kepolisian.

Komisioner Ombudsman RI Adrianus Meliala mengatakan pihak kepolisian yang menjaga keamanan di Soekarno-Hatta masih menggunakan cara lama dalam melaporkan kondisi keamanan dan situasi arus balik melalui bandar udara.

“Masih cara konvensional. Mereka masih menggunakan kertas manual dalam pelaporannya,” terangnya kepada Media Indonesia usai sidak.

Menurut Adrianus, di era serba digital dan berbasis IT harusnya Polri tidak lagi memakai cara lama dalam pembuatan laporannya. “Masa masih pakai flip chart. Ketinggalan zaman, sekarang udah online,” tegasnya.

Tak ada delay

Pun melakukan kritik, Ombudsman mengapresiasi pelayanan yang diberlakukan di bandara tersebut. Pasalnya, dari pantauan di beberapa titik di terminal 1, Adrianus tidak menemukan kendala. “Pelayanan sangat baik menyambut arus mudik dan balik selama musim lebaran tahun ini. Semuanya lancar tanpa kendala,” imbuhnya.

Sementara itu, dari pantauan Media Indonesia di lokasi, para penumpang mengaku senang karena tidak ada satu pun maskapai yang mereka akan tumpangi mengalami delay. “Alhamdulillah on schedule penerbangan kami. Bagus lah kayak gini, karena biasa kan delay,” aku salah satu penumpang tujuan Surabaya, Jawa Timur, Mardan.

Komisioner Ombudsman lainnya, Ninik Rahayu menambahkan, dari pantauan dan data yang mereka himpun di Soeta mencapai 77% maskapai on schedule.

“Semua berjalan baik. Penumpang pun tidak ada yang komplain karena adanya delay dan sebagainya. Lancar-lancar aja semua,” imbunya.

Selain itu, pihak Ombudsman juga menemukan pelayanan tenaga kesehatan yang lengkap dengan fasilitasnya di sejumlah titik di bandara tersebut. Posko layanan itu juga bekerja sama dengan aparat kemanan baik itu TNI, Polri, BNN, Angkasa Pura, serta Beacukai, sehingga seacara umum pelayanan di bandara tersebut dinilai baik. (OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More