Menhub Ancam Cabut Izin Operator Kapal

Penulis: Fetry Wuryasti Pada: Senin, 18 Jun 2018, 09:30 WIB Mudik
Menhub Ancam Cabut Izin Operator Kapal

ANTARA/APRILIO AKBAR
MENHUB TINJAU DERMAGA KALI ADEM: Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (tengah) bernyanyi bersama wisatawan tujuan Kepulauan Seribu di dalam kapal, di Dermaga Kali Adem, Muara Angke, Jakarta, kemarin. Kedatangan Menteri Perhubungan tersebut untuk melihat k

MENTERI Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan akan mencabut izin dari operator kapal berpenumpang bila masih terjadi kelebihan muatan (Over capacity).

"Otoritas pengelolaaan pelabuhan dan kapal di sini memang ada di bawah Pemda DKI. Tapi standar keselamatannya ada di Kementerian. Maka kami ada hak bisa mencabut izin operator, terutama terkait bila tidak terpenuhinya baju pelampung atau life jacket dan kapal yang kelebihan muatan," ujar Menhub di Jakarta, Minggu (17/6)

Untuk perbaikan fasilitas ke depan, kementerian juga akan bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi untuk pelebaran pelabuhan.

"Saya tidak sempat melakukan seperti uji KIR atau ramp check. Semestinya ada. Tapi di Madura berhasil uji tersebut tidak kelebihan penumpang, juga di pelabuhan di Balikpapan," kata Menhub.

Sementara itu menghadapi kemacetan pada Arus Balik Lebaran, Kementerian Perhubungan telah menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk puncak arus balik pada 19-20 Juni mendatang. Rekayasa lalu lintas itu dimatangkan bersama dengan Korlantas Polri.

"Kalau contra flow juga belum ngangkat ada skenario lagi untuk one way dari Palimanan sampai ke Cikampek," ujar Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setyadi.

Kemenhub bersama Korlantas juga akan membatasi kendaraan di tol dengan menutup akses kendaraan masuk di gerbang tol Pejagan dan gerbang tol Kanci. Sehingga arus kendaraan bisa menggunakan jalur Pantura.

Rest area tambahan

Untuk memperlancar arus kendaraan di tol, juga akan disiapkan tempat istirahat (rest area) tambahan di Batang, Pekalongan, Tegal, dan Brebes.

Pantauan Media Indonesia di jalur tengah, penghubung antara jalur selatan ke arah tol dan jalur pantura mengalami ketersendatan. Sehingga Polres Banyumas, Jateng melakukan rekayasa lalu lintas khususnya kendaraan dari Purwokerto ke arah Bumiayu, Brebes.

Akibat lalu lintas ke jalur wisata khususnya ke Patuguran, Brebes, arus kendaraan dari arah Banyumas menuju ke Bumiayu mengalami ketersendatan. Adanya buka tutup arus lalu lintas di Patuguran, Brebes, imbasnya sampai ke Banyumas.

Sedangkan volume penumpang di terminal bus Arjosari, Kota Malang, Jatim, nyaris sama seperti hari biasa. Koordinator Satuan Pelayanan Terminal Arjosari Malang, Hadi Supeno, mengatakan arus penumpang tidak begitu ramai seperti sebelum Lebaran. Sejauh ini volume penumpang terlihat normal.

Demikian juga Arus Balik di pelabuhan Padangbai Karangasem, Bali, masih sepi dan diperkirakan puncak Arus Balik pada hari ini. Manajer Usaha ASDP pelabuhan Padangbai Wayan Rista mengatakan aktivitas penyeberangan masih sepi bahkan hanya seperempat saja yang terisi dari kapasitas kapal.

"Pendapatan yang masuk hanya seperempat saja dari Rp40 juta per hari pada hari normal," ujar Rosta, Minggu.

Arus Balik dari Daratan Sumatera di pelabuhan penyeberangan Tanjung Kalian Muntok Kabupaten Bangka Barat (Babar), Provinsi Bangka Belitung juga masih sepi. General Manager (GM) ASDP Cabang Bangka Wahyudi mengatakan Arus Balik di pelabuhan penyerangan Tanjung Kalian Muntok belum mengalami lonjakan.

Ia memperkirakan lonjakan arus balik lebaran Idul Fitri dari daratan Sumatera baru akan terjadi pada H+4 lebaran nanti. "Kalau saat ini masih belum ada lonjakan, masih normal dan sepi, kemungkinan lonjakan kita perkirakan pada H+4 lebaran nanti," kata Wahyudi. (Nyu/LD/BN/RS/RF/Tri/I-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More