BI Tidak Ditemukan Kasus Uang Palsu Selama Lebaran

Penulis: Tesa Oktiana Surbakti Pada: Jumat, 15 Jun 2018, 23:05 WIB Ekonomi
BI Tidak Ditemukan Kasus Uang Palsu Selama Lebaran

Ist

BANK Indonesia menyatakan hingga saat ini belum menerima laporan terkait uang palsu. Bahkan, selama libur Lebaran ini bisa dikatakan peredaran uang palsu di tengah masyarakat terbilang nihil.

"Mengenai peredaran yang palsu, kami pantau selama ini perkembangannya sangat menggembirakan. Selama Lebaran ini tidak ditemukan atau dilaporkan mengenai dugaan uang palsu," ujar Direktur Eksekutif Kepala Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia Suhaedi saat ditemui di kediaman Gubernur Bank Indonesia, Jumat (15/6).

Kondisi yang relatif terkendali, lanjut dia, tercermin dari rasio perbabdingan uang palsu berada pada posisi 1:3. Artinya dalam 1 juta lembar uang asli terdapat potensi 3 lembar palsu. Rasio tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu, yakni sebesar 1:9. Di satu sisi dia meyakini pemahaman masyarakat akan ciri khas uang rupiah asli semakin baik.

"Masyarakat sudah semakin tahu mengenai ciri-ciri khas uang rupiah. Masyarakat begitu cepat mengenali jika ada uang palsu. Caranya dengan 3D, dilihat, diraba dan diterawang," pungkas Suhaedi.

Dia mengungkapkan kasus penemuan uang palsu selama ini mayoritas berasal dari laporan dari masyarakat. Sebagian besar kasus terjadi di wilayah Jawa, namun jumlahnya terbilang kecil. Modus pemalsuan biasanya menyasar pada pecahan uang besar. Akan tetapi uang palsu yang beredar selama ini mudah dikenali lantaran jauh berbeda dengan uang asli.

"Temuan uang palsu sebagian besar berasal dari masyarakat yang begitu cepat tahu saat menerima pembayaran dari seseorang. Diduga palsu dan langsung dilaporkan. Pemalsuan yang coba ditiru sebagian uang pecahan besar, tapi itu jauh dari aslinya, jadi mudah dikenali," terangnya.

Mengantisipasi peredaran uang palsu, Bank Indonesia mengimbau masyarakat untuk melakukan penukaran uang di kantor perwakilan Bank Indonesia atau kantor cabang perbankan. Selain terhindar dari risiko uang palsu, masyarakat tidak dikenakan biaya tambahan penukaran uang.

"Setiap bank dan di kantor-kantor perwakilan kami melayani kas keliling, sesuai dengan kebutuhan. Silakan menukar di sana, sehingga terhindar dari risiko uang palsu," kata dia.(X-10)

Berita Terkini

Read More

Poling

MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan berdasarkan pembicaraan dengan Google, raksasa internet itu akan berhenti menerima iklan politik jelang Pilpres 2019. Ini merupakan kebijakan pihak Google untuk tidak terlibat dalam ranah politik. Bagaimana menurut Anda kebijakan Google ini?





Berita Populer

Read More