Korban Gempa Sumenep Rayakan Idul Fitri di Pengungsian

Penulis: Hidayaturrahman Pada: Jumat, 15 Jun 2018, 06:23 WIB Nusantara
Korban Gempa Sumenep Rayakan Idul Fitri di Pengungsian

ANTARA/Saiful Bahri

PULUHAN masyarakat yang menjadi korban gempa bumi di Desa Bulla’an, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur terpaksa merayakan Hari Raya Idul Fitri di tenda pengungsian.

Hal tersebut karena gempa berkekuatan 4,8 skala richter yang terjadi membuat rumah warga dan tempat ibadah rusak parah.

Salah satu korban gempa, Efendi, 26, mengatakan akibat gempa yang terjadi, ia harus mencari barang barang berharga milik keluarganya di antara reruntuhan rumahnya. Padahal reruntuhan rumah tersebut dapat rubuh dan menimpanya.

“Di Lebaran kali ini, saya sekeluarga dan tetangga lainnya pasrah. Kita harus menjalani Lebaran di dalam tenda pengungsian saja,” ujar Efendi di tempat pengungsian, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Kamis (14/6).

Selain Efendi, warga lain juga masih berupaya menyelamatkan barang berharga mereka. Namun, walaupun ada beberapa rumah yang tidak rusak parah, penghuninya enggan menempatinya lantaran takut terjadi gempa susulan.

Kapolres Sumenep AKBP Fadillah Zulkarnaen pun mengimbau masyarakat yang mengungsi di tempat-tempat pengungsian untuk bersabar. Pasalnya, bantuan belum dapat tiba dalam waktu dekat.

“Untuk sementara warga harus bersabar menjalankan Lebaran di tenda, karena bantuan dan rehab rumah akan dilanjutkan setelah Lebaran,” tutur Fadillah. (Medcom/OL-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme. Apakah Anda setuju mahasiswa dan dosen yang sudah terpapar paham radikalisme itu dipecat?





Berita Populer

Read More