Omset Bengkel Naik 200 Persen saat Musim Mudik

Penulis: Nurul Hidayat Pada: Jumat, 15 Jun 2018, 01:00 WIB Mudik
Omset Bengkel Naik 200 Persen saat Musim Mudik

ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto

SETIAP Arus mudik lebaran menjadi berkah tersendiri bagi pemilik usaha bengkel kendaraan di jalan Nasional Surabaya - Madiun yang melintasi Kabupaten Jombang Jawa Timur. Lantaran omset mereka naik hingga 200 persen saat arus mudik lebaran.

Suwanan salah satu pemilik usaha bengkel di Kecamatan Mojoagung mengatakan, naiknya omset tersebut dikarenakan para pemudik selalu mengecek kendaraan saat melintasi kawasan tersebut.

"Jika hari biasa hanya dapat Rp100 ribu hingga Rp200 ribu per hari, saat arus mudik lebaran bisa mencapai Rp500 ribu perhari," ujarnya saat ditemui di usaha bengkel miliknya pada Kamis (14/6/2018).

Para pemudik biasanya melakukan servis rutin secara keseluruhan sepeda motor miliknya sebelum melanjutkan perjalanan. Ada juga yang sekadar mengecek kondisi kendaraannya.

"Mulai dari ganti oli hingga servis keseluruhan, tapi mayoritas servis keseluruhan para pemudik yang datang kesini," imbuh lelaki dua anak ini.

Bengkel miliknya selalu menjadi tempat singgah dan langganan para pemudik sejak lima tahun  terakir.

"Banyak yang sudah langganan, ada yang dari madiun, solo, serta jogjakarta, rata-rata mereka berkerja di Surabaya dan mudik saat lebaran," tegasnya.

Hal senada juga diutarakan Ajis Basara, Pemilik Bengkel sekaligus montir kendaraan, yang membuka jasa perbaikan di Kecamatan Peterongan. Omset bengkel miliknya mengalamai kenaikan didukung oleh jualan sperpart kendaraan bermotor.

"Para pemudik biasanya tak mau ribet, jadi beli komponen kendaraan di sini juga, mulai dari oli, ban hingga kebutuhan lainnya," pungkasnya.(medcom/OL-7)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More