Pengamanan Piala Dunia 2018 di Kaliningrad Diperketat

Penulis: Nurul Fadillah Pada: Kamis, 14 Jun 2018, 17:55 WIB Sepak Bola
Pengamanan Piala Dunia 2018 di Kaliningrad Diperketat

AFP PHOTO / ATTILA KISBENEDEK

RUSIA menjanjikan pengamanan berlapis yang belum pernah diterapkan di Piala Dunia edisi sebelumnya. Salah satu wujud pengamanan yang paling ditonjolkan berada di Kaliningrad, ibu kota Oblast Kaliningradskaya, daerah kedaulatan Rusia yang berada di antara Lithuania dan Polandia.

Stadion Kaliningrad akan menjadi venue pertandingan antara Inggris melawan Belgia pada 28 Juni mendatang. Karena itu, Pemerintah menjamin akan memperketat pengamanan di daerah yang rawan konflik tersebut.

Di pusat pengawasan Kaliningrad, tim-tim pemantau mengawasi kota selama 24 jam penuh. Mereka memelajari monitor yang menunjukkan hasil tangkapan kamera di 700 CCTV yang terpasang di berbagai titik.

Tak hanya itu, sebanyak 1.200 kamera telah disiagakan di Stadion Kaliningrad. Dengan menggunakan teknologi pengenalan wajah terbaru, setiap individu yang tertangkap kamera akan diperiksa secara otomatis di database kepolisian setempat dalam hitungan detik. Sistem keamanan serupa juga berlaku di kota-kota lain yang menjadi tuan rumah pertandingan Piala Dunia kali ini.

"Dalam hal anti-terorisme, sistem ini akan membantu menemukan individu yang mencurigakan. Ini akan memungkinkan pihak kepolisian untuk memantau pergerakan mereka dan bereaksi terhadap situasi apapun," ujar Sergei Evstigneev, representatif pemerintah daerah Kaliningrad.

Namun, kamera keamanan hanyalah garis pertahanan pertama di Kaliningrad. Pasukan keamanan lokal juga telah dilatih untuk mengantisipasi kemungkinan serangan terorisme selama Piala Dunia berlangsung pada 14 Juni - 15 Juli mendatang.

Dalam suatu latihan, elit khusus bernama "Spetsnaz" diterjunkan di stadion sepak bola untuk mengujicobakan antisipasi skenario penyanderaan. Hal itu ditunjukkan dalam video pelatihan yang dirilis oleh dinas keamanan internal Rusia, FSB.

Rusia tampaknya menyadari betul resiko operasi militer di Suriah menjadikan mereka sebagai sasaran teroris. Dalam beberapa pekan terakhir, penyelenggaraan Piala Dunia di Rusia bahkan kerap mendapat ancaman dari kelompok yang menamakan diri sebagai Negara Islam (ISIS) melalui internet.

Karena itu, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, Rusia mengerahkan pasukan gabungan, termasuk angkatan laut dan udara untuk meningkatkan keamanan. Sebelumnya, FSB mengklaim telah menemukan ancaman teror di beberapa kota yang menjadi tuan rumah, termasuk Kaliningrad dan St Petersburg.

FSB mengklaim telah beraksi dan melakukan sejumlah penangkapan terhadap pihak-pihak terkait.

"FSB Rusia, tidak terlalu peduli tentang hak asasi manusia. Mereka langsung menindaklanjuti orang-orang yang mereka percaya berpotensi mengancam stabilitas keamanan apapun itu, mereka akan menempatkan mereka di tahanan atau mungkin di penjara, orang-orang yang mungkin tidak bersalah, tetapi mereka tetap percaya lebih baik mengambil 10 orang tidak bersalah dari jalan daripada membiarkan satu teroris lari," ujar Pavel Felgenhauer, pengamat keamanan Rusia.

Tantangan keamanan Rusia memang cukup besar. Mereka tak hanya bertugas mengamankan 32 tim partisipan selama 24 jam non-stop, tetapi juga melindungi stadion, tempat latihan, zona penggemar, dan semua area publik, seperti pusat perbelanjaan, pusat kota hingga transportasi umum.

Pemerintah Rusia sejatinya menjadari bahwa tiak ada yang namanya 100% jaminan keamanan. Namun, para petinggi Rusia tampaknya optimis pesta sepak bola terbesar di dunia tersebut akan berlangsung dengan aman.

"Percayalah, langkah-langkah keamanan yang kami ambil belum pernah terjadi sebelumnya. Langkah tersebut diambil berdasarkan pengalaman kami sendiri dalam menyediakan keamanan di acara-acara seperti itu, ditambah pengalaman internasional, ada langkah-langkah yang cukup untuk memastikan bahwa penggemar sepak bola, wisatawan dan warga Rusia akan merasa aman dan nyaman," pungkas Alexei Lavrishcev, Kepala Keamanan Piala Dunia. (BBC/X-10)

 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme. Apakah Anda setuju mahasiswa dan dosen yang sudah terpapar paham radikalisme itu dipecat?





Berita Populer

Read More