TNI AL Tambah Kapal Cari Korban KM Arista

Penulis: Antara Pada: Kamis, 14 Jun 2018, 15:50 WIB Nusantara
TNI AL Tambah Kapal Cari Korban KM Arista

Ist

KOMANDAN Pangkalan Utama TNI AL IV Makassar Laksamana Pertama TNI Dwi Sulaksono (Han) menambah kapal untuk menemukan korban KM Arista yang tenggelam di perairan Makassar.

"Pencarian masih terus dilakukan. Armada kami tambah dengan mengerahkan KAL Birang 1.6-61 dan Patkamla Lae-lae untuk membantu pencarian," kata Dwi di Makassar, Kamis (14/6).

Sebelumnya, Lantamal VI  mengerahkan satu Sea Reader, tiga perahu karet, serta puluhan prajurit untuk membantu tim SAR menemukan korban yang belum ditemukan.

Penambahan kapal disertai tim penyelam untuk membantu menemukan korban. "Mereka bergabung dengan tim SAR, dengan harapan menambah kekuatan untuk mendapatkan para korban tengelam yang belum ditemukan," katanya.

Sejak hari pertama peristiwa kapal tengelam KM Arista, Danlantamal VI Makassar telah memerintahkan jajarannya bergerak cepat untuk membantu pencarian para korban.

Tim SAR Lantamal VI  iturunkan bersama Polair, Basarnas dan masyarakat nelayan untuk menemukan korban kapal tengelam KM Arista.

KM Arista yang mengangkut warga Pulau Barrang Lompo tenggelam akibat kapal karam diterpa ombak pada Rabu (13/6).

Kapal itu berlayar membawa penumpang dari Pulau Barang Lompo menuju daratan untuk membeli kebutuhan lebaran Idul Fitri 2018. Namun, saat akan kembali ke pulau sekitar pukul 12.45 WITA, kapal yang sudah berada di tengah laut dihantam ombak dan langsung karam.

Sementara ini Tim SAR gabungan telah menemukan 15 jenazah dan 24 korban selamat, sedangkan jumlah penumpang diperkirakan 40-an orang.(X-10)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More